Breaking News:

Warga Rusunawa Marunda Mulai Diusir, Korban Penggusuran Waduk Tanggul Laut Siap Menggantikan

Pembangunan waduk tanggul laut di lahan Yayasan Daya Besar Krematorium di Cilincing, Jakarta Utara, bakal dimulai awal 2018.

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Suasana rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Marunda Blok D, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (18/7/2017). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Pembangunan waduk tanggul laut di lahan Yayasan Daya Besar Krematorium di Cilincing, Jakarta Utara, bakal dimulai awal 2018.

Waduk itu jadi bagian penting untuk tanggul laut di ruas Muara Baru dan Kalibaru, yang dibangun oleh Satker NCICD Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Waduk itu akan menjadi penampung dari air buangan saluran warga yang terbentang sepanjang kurang lebih 5 kilometer.

Baca: Azas Tigor Nainggolan: Kalau Angkutan Umum Sudah Baik, Djarot Naik Bus ke Balai Kota

Sebab, pembangunan tanggul laut di Muara Baru dan Kalibaru menutup jalur buangan air dari saluran warga ke laut.

Sehingga, diperlukan waduk untuk menampung air buangan dari saluran warga, sebelum dibuang ke laut dengan pompa.

Untuk menampung 148 warga yang tinggal di sebagian lahan milik Yayasan Daya Besar Krematorium, kini Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta mulai bermanuver.

Baca: Jangan Cuma Baca Judul Lalu Sebarkan, Ingat Ada UU ITE!

Penghuni Rusunawa Marunda yang tak taat membayar iuran dan menyalahi aturan tinggal mulai diusir. Sebab, Rusunawa Marunda diincar untuk jadi lokasi relokasi 148 warga tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta Melly Budiastuti mengatakan, sampai saat ini sudah 55 warga Rusunawa Marunda dikeluarkan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved