Kasus Kapolres Bilang Nonton Bokep, Jurnalis Lampung Gelar Aksi Solidaritas
"Namun dalam perkembangannya dia (Kapolres Way Kanan) akan melakukan kriminalisasi kepada wartawan yang menjadi korban pelecehan," sebut Aris.
WARTA KOTA, JAKARTA- Puluhan Jurnalis dari berbagai media, baik cetak maupun online, melakukan aksi solidaritas di Bundaran Tugu Adipura Lampung, Rabu (30/8/2017). Aksi ini menyikapi dari pelecehan profesi yang dilakukan oleh Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan kepada wartawan.
Menurut, Aris Susanto Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung, dalam proses mediasi dengan Kapolda Lampung sudah menemui langkah yang baik.
"Namun dalam perkembangannya dia (Kapolres Way Kanan) akan melakukan kriminalisasi kepada wartawan yang menjadi korban pelecehan," sebut Aris.
Aris mengungkapkan, tindakan Kapolres Way Kanan yang meminta maaf lalu melapor balik, sama saja dengan merayap lalu menyerang balik, dan tidak mau disalahkan.
"Ini harus dihindari, kekerasan kepada jurnalis harus dilawan, upaya kriminalisasi ini dalam bentuk laporan pencemaran nama baik melalui audio yang beredar," tukasnya.
Aris mengatakan akan menggelar aksi serupa hingga Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan dicopot dari jabatannya. Ia pun menuturkan akan melakukan advokasi, baik dari IJTI, AJI, LBH dan PWI, terhadap rekan yang dilaporkan oleh Kapolres tersebut.
"Kalau minta maaf ya minta maaf, jangan seperti ini, harus dicegah, kalau tidak semua akan kena terus," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung Padli Ramdan mengungkapkan, apa yang dilakukan oleh Kapolres Way Kanan termasuk tindakan menghalang-halangi jurnalis dalam meliput. Maka ia meminta Kapolda Lampung segera mempercepat proses hukum dan mencopot Budi sebagai Kapolres Way Kanan.
"Ini kejadian kedua kalinya, sebelumnya sudah pernah di Tegineneng, Pesawaran, ketika jurnalis media online dihalangi aparat saat meliput penggrebekan Narkoba, jadi jangan terulang, proses hukum harus tetap berjalan, jangan hanya minta maaf saja," tutup Padli.