Ahmad Dhani Ngaku Capek Bina Hubungan Baik dengan Media, Ia Pilih Lapor Polisi

Artis Ahmad Dhani yang merasa dirugikan media terkait pemecatan dirinya dari sebuah usaha karaoke menolak memakai hak jawab dan memilih jalur hukum.

Ahmad Dhani Ngaku Capek Bina Hubungan Baik dengan Media, Ia Pilih Lapor Polisi
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Ahmad Dhani bersaksi di sidang lanjutan Buni Yani, Selasa (22/8/2017). 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Artis Ahmad Dhani yang baru-baru ini dirugikan oleh pemberitaan media terkait pemecatan dirinya dari usaha karaoke Masterpiece enggan menggunakan mekanisme hak jawab lagi dan memilih jalur hukum langsung.

Ia beralasan pelaporannya ke Bareskrim, Mabes Polri di Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (31/8) bisa dijadikan bahan introspeksi kepada sembilan media online agar lebih akurat dalam hal pemberitaan.

Dewan Pers yang menaungi pers dianggapnya tak mampu menekan pemberitaan buruk terhadap dirinya sejak tahun 2014.

"Saya enggak lapor ke Dewan Pers lagi. Saya sudah capek lapor ke Dewan Pers. Saya capek membina (hubungan dengan) media. Saya sudah capek," ujar Dhani di Bareskrim Mabes Polri, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (31/8).

Oleh sebab itu, katanya, "saya sekarang ingin memberikan efek jera kepada mereka yang terus memelihara berita hoax," sambung Dhani.

Sebelumnya Ahmad Dani pernah menempuh mekanisme hak jawab sebagaimana distur dalam Pasal 5, 11 dan 15 Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Saat itu atau pada tahun 2014 atau ketika berlangsungnya pemilihan umum presiden (pilpres) muncul twit palsu yang menyebutkan bahwa dirinya rela memotong kelaminnya jika Joko Widodo terpilih sebagai Presiden. Padahal terbukti Dani tak pernah melakukan hal itu sehingga ia mengadu ke Dewan Pers.

"Jadi gini, saya dulu, waktu itu, cukup baik hati ketika ada (serangan) hoax waktu pertama kali tahun 2014. Itu hoax pertama kali hits. (Hal) itu (terjadi) ketika ada twit palsu yang memalsukan twit saya yang katanya kalau Jokowi jadi Presiden saya akan potong kelamin," uajrnya.

Twit itu adalah twit palsu. Namun beberapa media dan hampir semua media online memberitakannya. Namun Dani mengaku saat itu dirinya masih berbaik hati kepada media, sehingga tidak melaporkannya ke polisi tetapi ke Dewan Pers.

"Saya laporkan saja ke dewan pers waktu itu. Dan beberapa media minta maaf. Jadi waktu itu saya baik hati, (sehingga) saya tidak laporkan. Kali ini ternyata laporan saya ke Dewan Pers tidak membuat beberapa wartawan jera, juga editor hingga redpel media online jera," ujarnya.

Ia pun enggan menghubungi media-media yang dilaporkannya untuk memberikan hak jawab. Dhani menyatakan lagi bahwa dirinya letih membina hubungan baik dengan media yang juga berandil besar dalam membawa ketenarannya di dunia industri musik Indonesia.

"Enggak usah (konfirmasi). Ngapain konfirmasi? Kita langsung saja (laporkan). Kan saya sudah bilang bahwa saya sudah capek membina (hubungan) dengan para media ini," ujarnya. (m8)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved