VIDEO: Kuasa Hukum Ridho Nilai Tuntutan Dua Tahun Tidak Layak

"Kita menilai tuntutan jaksa ini tidak layak. Dari saksi yang kita dengarkan tidak ada saksi-saksi yang memberatkan

WARTA KOTA, JAKARTA- Pedangdut Ridho Rhoma (28) dituntut dua tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dalam sidang lanjutan kasus narkoba yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (29/8).

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Ridho, Ismail Ramli menilai tuntutan jaksa sangat tidak berdasar. Pasalnya tidak ada keterangan yang membuktikan Ridho menggunakan sabu.

"Kita menilai tuntutan jaksa ini tidak layak. Dari saksi yang kita dengarkan tidak ada saksi-saksi yang memberatkan dan mengetahui Ridho menggunakan sabu tapi dengan Mas Ridho malah mengakui sendiri," katanya usai persidangan.

Selain itu Ismail juga mempertanyakan mengapa dalam tuntutan jaksa tidak ada penjelasan dari keterangan saksi-saksi pihak terkait seperti Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Padahal dari keterangan itu sudah jelas bahwa sudah sepatutnya saudara Ridho direhab. Itu tidak tergambar sama sekali pada saat disidang," ungkapnya.

Sekadar informasi Ridho Rhoma ditangkap anggota Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada bulan Maret 2017 silam. Polisi mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 0,76 gram beserta alat hisapnya.

Ridho yang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba akhirnya diharuskan menjalani proses rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) untuk kemudian akhirnya dipindahkan ke Rutan Salemba. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved