Jumat, 10 April 2026

Tangerang Krisis Pemandi Jenazah, Digelar Lomba Memandikan Mayat

Kota Tangerang saat ini kekurangan jasa pemandi jenazah. Di wilayah Kecamatan Benda, Tangerang pun digelar lomba memandikan mayat

Warta Kota/Andika Panduwinata
Lomba memandikan mayat digelar di Kecamatan Benda, Tangerang, karena saat ini Tangerang kekurangan jasa pemandi jenazah. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG -- Kota Tangerang saat ini kekurangan jasa pemandi jenazah. Di wilayah Kecamatan Benda, Tangerang pun digelar lomba memandikan mayat guna mengantisipasi krisis tersebut.

Sebelum memulai perlombaan, para peserta lebih dulu diberikan sosialisasi untuk mengafani jenazah. Sehingga proses kafan dan memandikan mayat menjadi sempurna.

Camat Benda, Teddy Roestendi menjelaskan saat ini amil yang memandikan jenazah sudah berumur sepuh dan yang anak muda belum ada pengetahuan.

Bila ada yang meninggal di wilayah lebih dari satu orang secara bersamaan akan mengalami kesulitan.

"Proses memandikan jenazah juga menjadi lama karena kekurangan amil. Makanya kegiatan ini kami harapkan timbul anak muda yang punya kemampuan untuk memandikan jenazah," ujar Teddy saat ditemui di Kantor Kecamatan Benda, Tangerang pada Selasa (29/8/2017).

Ia menambahkan untuk peserta diambil dari satu Kelurahan sebanyak dua orang. Terdiri dari pria dan wanita.

"Kami berharap ke depannya nanti ada regenerasi amil yang memandikan jenazah di setiap Kelurahan," ucapnya.

Satu dari peserta yakni Heri Sutrisna (16) mengaku bangga bisa ikut lomba mengafani dan memandikan jenazah ini.

Menurutnya lomba ini sangat bermanfaat karena menjadikan pengetahuan lebih luas.

"Kalau cara - caranya sudah tahu tapi praktik sebenarnya saya belum mengalami," kata Heri.

Pria berusia 16 tahun itu menuturkan memandikan jenazah adalah tugas yang mulia dan membantu sesama lain. Dirinya berharap kegiatan ini juga berkelanjutan.

"Semoga terus ada lomba seperti ini, biar pemandi mayat ada penerusnya," paparnya.

Pantauan Warta Kota di lokasi para peserta terlihat serius mengikuti perlombaan tersebut. Mereka tampak menyimak sosialisasi kafan dan memandikan jenazah yang diberikan oleh amil.

Dalam perlombaan ini, digunakan boneka sebagai pengganti jenazah.

Dewan juri menilai cara - cara peserta dalam memandikan mayat, jika memanangi perlombaan mendapatkan hadiah hingga puluhan juta rupiah. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved