Breaking News:

Bekasi Minta Operator Ojek Online Hentikan Rekrutmen Pengendara

Soalnya keberadaan mereka dituding sebagai salah satu pemicu kemacetan dan merusak keindahan kota.

Rangga Baskoro
Sejumlah pengemudi ojek online di pinggir trotoar Jalan Jatibaru, Jumat (4/8). 

WARTA KOTA, BEKASI -- Dinas Perhubungan Kota Bekasi menilai, keberadaan ojek online di wilayah setempat sudah terlalu banyak. Meski tidak memiliki data valid, namun dinas memprediksi jumlahnya mencapai 3.000 pengendara.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana meminta kepada operator ojek online agar melakukan moratorium rekrutmen pengendara.

Soalnya keberadaan mereka dituding sebagai salah satu pemicu kemacetan dan merusak keindahan kota.

Misalnya kerap mangkal di bahu jalan dan jalur pedestrian saat beristirahat atau menunggu penumpang.

Hal itulah yang membuat Pemerintah Kota Bekasi menerbitkan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 49 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Roda Dua Berbasis Aplikasi.

"Ojek online sudah tidak bisa lagi mangkal di trotoar, jalan utama dan sejumlah lokasi keramaian publik yang rawan kemacetan," jelas Yayan.

Yayan menganggap, operator terkesan mementingkan pendapatan bisnis perusahaan tanpa melihat dampak negatif yang timbul dari kemacetan lalu lintas.

Pihaknya tidak segan menertibkan para pengendara ojek online itu bila tetap mangkal di fasilitas umum.

"Kita terus mensosialisasikan Perwal yang sudah dibuat. Nantinya akan menggandeng kepolisian untuk penertiban," katanya.

Menurut Yayan, pihak operator harus menentukan kuota pengendara. Sebab Perwal yang sudah ada dikhawatirkan tidak akan berjalan optimal bila operator terus menambah jumlah pengendara.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved