Breaking News:

Gelar Seni Civitas Academica Universitas Prof Dr Moestopo di FX Sudirman

Sehingga bisa lebih mensosialisasi kegiatan gelar seni menjadi lebih luas lagi.

Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Civitas Academica Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) menyelenggarakan gelar seni dalam menybut HUT RI ke 72 dan memulai Ajaran Baru pada Sabtu-Minggu, 26-27 Agustus 2017 di FX Sudirman. Tampak Rektor Universitas Prof Dr Moestopo Rudy Haryanto (baju putih) didampingi Pembina Yayasan Thomas Suyatno saat pembukaan kegiatan Sabtu (26/8/2017). 

WARTA KOTA, SENAYAN - Selama dua hari, Sabtu-Minggu (26-27 Agustus 2017), civitas akademia Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) menggelar karya seni di Mal FX Sudirman.

Kegiatan itu meliputi karya seni lukis, tari, paduan suara, seni instalasi, musik akustik, paduan suara, fotografi, dan seni tari dari dosen dan mahasiswa.

Pembina Yayasan Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Thomas Suyatno mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka memberikan dorongan ke mahasiwa agar mereka tidak hanya mengenal ruang kuliah saja tapi juga membuat kreasi seni.

Selain itu juga dalam rangka memperingati HUT RI ke-72 serta memulai ajaran baru yang mulai dilakukan pada Senin (28/8/2017).

"Karya seni itu selalu menciptakan sesuatu yang baru. Dengan seni para mahasiswa dan dosen akan selalu tampil dengan pembaharuan dan kreativitas," kata Thomas saat pembukaan gelar seni mahasiswa dan dosen Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) di FX Sudirman, Sabtu (26/8/2017).

Menurutnya, kegiatan gelar seni akan membuat kegiatan di kampus jadi lebih variatif dengan kegiatan non akademik. Kegiatan non akademik dibidang seni dan olahraga berguna bagi kampus dan mahasiswa, salah satunya karena karya seni dan olahraga merupakan penilaian kualitas dan penilaian rangking.

Lalu mengapa pelaksanaannya di sebuah mal bukan di kampus? Thomas beralasan mal merupakan tempat berkumpulnya masyarakat. Sehingga bisa lebih mensosialisasi kegiatan gelar seni menjadi lebih luas lagi. Harapannya, masyarakat umum mengetahui kampus di Moestopo tidak hanya menekankan belajar saja tapi juga karya diluar akademik yang juga sama pentingnya.

"Mal bukan tempat belajar tapi menikmati sesuatu yang baru," kata Thomas yang juga menjabat Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia.

Dikesempatan yang sama, Rektor Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Prof Dr Rudy Haryanto mengatakan kegiatan gelar seni tersebut juga mengangkat tema pluralism (keberagaman) yang artinya seni bukan hanya milik kelompok tertentu saja tapi semua.

Sehingga karya seni itupun beragam temanya seperti foto profil, bunga, dan lainya.

Pada kesempatan itu Rudy menghadirkan 20 lukisan.

Bunga kembang sepatu (hibiscus) jadi karya masterpiece-nya.

Ia mempersiapkan lukisan-lukisan tersebut selama tiga bulan.

Penulis:
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved