Breaking News:

Perekruitan Puluhan PHL Pengelola RPTRA Pulau Tidung Diduga Marak Kecurangan

Awal mula kenapa saya mau ikut ujian, sebab saya yakin saya bisa masuk karena basic saya di Posyandu. RPTRA kan butuh posyandu.

Warta Kota
ILUSTRASI - Ruang Terpadu Ramah Anak (RPTRA) 

WARTA KOTA, KEPULAUANSERIBU - NWS (30) yang selaku warga Wilayah Pulau Tidung, Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu, mengeluhkan terkait banyak kecurangan yang terlihat di dalam perekruitan Pegawai Harian Lepas (PHL) Pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Pulau Tidung, yang digelar pada Rabu (23/8/2017).

Ia menilai, banyaknya kecurangan perekruitan PHL lantaran banyaknya pihak luar serta pihak Kelurahan Pulau Tidung, membawa rekan atau saudara dekatnya agar bisa masuk jadi PHL di RPTRA Pulau Tidung dengan mudah. NWS kini masih kesal terkait hal itu, minta secara tegas ke pihak Kelurahan dan Pemerintah Kabupaten setempat untuk melakukan ujian ulang.

"Awal mula kenapa saya mau ikut ujian, sebab saya yakin saya bisa masuk karena basic saya di Posyandu. RPTRA kan butuh posyandu. Nah saya sempat shock, sebelum ujian itu dimulai pak Lurah Pulau Tidung mengatakan 'Saat ini, ada sekitar 25 orang calon PHL yang dititip ke saya. Tetapi, ujian ini tetap fair'. Kata 'Fair' lah yang membuat saya Pe-de (Percaya Diri) untuk ikut ujian masuk Calon PHL Pengelola RPTRA, di Pulau Tidung," kata NWS ketika mengadu ke Warta Kota, Jumat (25/8/2017).

Rasa tenang NWS ketika mendengar ucapan Lurah Pulau Tidung itu, membuatnya semakin yakin ia lulus dalam ujian tertulis itu. Tetapi, ia schok melihat nilainya tak masuk di dalam 12 besar.

"Padahal, beberapa orang dari 12 orang ini pak sempat protes saat ujian berlangsung. Mereka ada yang bilang susah soalnya, enggak sesuai dengan bidang-nya lah. Nah, saya sih semakin yakin saat itu saya lulus. Ternyata tidak. Ke-12 orang ini ternyata lulus dengan nilai fantastis," katanya kembali.

Ia melanjutkan, "Ada 60 Calon PHL diuji secara tertulis dan 12 orang ini lulus. 12 orang ini, kan orang titipan pak. Karena saya mengingat ada ucapan Pak Lurah (Cecep Suryadi) yang ketika itu bilang ada orang titipan dia sendiri, ada dari tokoh masyarakat, dan orang luar lainnya serta ada beberapa panitia ujian yang juga diketahui PHL di Kelurahan Pulau Tidung, memasukkan saudaranya dalam ujian itu. Bahkan lulus. Lah saya, enggak pakai tatap-titip, tak pakai orang dari dalam, saya fair kok pak. Murni. Jujur saja, saya minta ada ujian ulang pak. Ini tidak fair," ucapnya kembali.

Dikatakannya, bahkan pembuat soal ujian tulis RPTRA merupakan pegawai honorer dari Suku Dinas Pemberdayaan Perkembangan Anak Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kepulauan Seribu.

"Yang buat soal itu bukan aslinya dari seorang pegawai negeri sipil (PNS). Jadi, tidak terjaga kerahasiannya juga soal ujian itu. Bahkan tidak bisa dipertanggungjawabkan menurut saya itu pak. Saya yakin, soal ujiannya itu sudah bocor sebelum dilakukan tes. Saya minta, pihak dari Pemkab Kepulauan Seribu itu menganulir hasil tes tersebut dan melakukan ujian ulang," kesal NWS.

Sementara, Lurah Pulau Tidung Cecep Suryadi saat dikomfirmasi awak media, membenarkan soal ujian RPTRA dibuat honorer Sudin PPAPP Kepulauan Seribu.

"Ya memang yang buat soal ujian merupakan orang honorer. Sebab, pihak di kelurahan tidak ada yang menguasai tentang RPTRA" ujarnya, dan enggan berkomentar lebih jauh lagi.

Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Ismer Harahap mengaku kesal akan adanya kecurangan pada ujian Calon PHL Pengelola RPTRA di kelurahan Pulau Tidung.

"Jujur saya kesal mendengar hal ini. Saya akan menindak tegas adanya kecurangan seperti ini dalam perekruitan pegawai RPTRA Kelurahan Pulau Tidung. Kalau terbukti benar, saya minta Kepala Sudin PPAPP segera segera menindak tegas pegawai honorer tersebut. Jika perlu di berhentikan saja sekalian. Ini keterlaluan. Apa musti begitu, titip-titipan?" terangnya kembali.

Sementara itu Kepala Sudin PPAPP Kepulauan Seribu, Poltak, tak menanggapi permasalahan itu baik via pesan singkat maupun sambungan telepon.

Penulis:
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved