Korupsi di Kementerian Perhubungan

Antonius Tonny Budiono: Diberhentikan Tidak Hormat Hukuman Paling Berat Buat Saya

Bay Mokhamad Hasani saat ini masih ‎memiliki jabatan sebagai Direktur Lalu Lintas dan Angkatan Laut (Dirlala) Ditjen Perhubungan Laut.

Antonius Tonny Budiono: Diberhentikan Tidak Hormat Hukuman Paling Berat Buat Saya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono keluar dari Gedung KPK Jakarta memakai rompi tahanan, usai menjalani pemeriksaan, Jumat (25/8/2017). Antonius Tonny Budiono ditahan KPK terkait kasus suap tender pemenangan pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. 

WARTA KOTA, KUNINGAN - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberhentikan sementara Antonius Tonny Budiono, pasca-ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengangkat Bay Mokhamad Hasani sebagai Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Laut per 24 Agustus 2017, sampai ditetapkannya pejabat definitif atau penunjukan pejabat lain.

Bay Mokhamad Hasani saat ini masih ‎memiliki jabatan sebagai Direktur Lalu Lintas dan Angkatan Laut (Dirlala) Ditjen Perhubungan Laut.

Baca: PBSI Bakal Lakukan Pertukaran Pemain dengan Jepang

Menyikapi pemberhentiannya, Antonius Tonny Budiono ‎menganggap itu adalah hukuman terberat bagi dirinya.

"‎Saya kan diberhentikan dengan tidak hormat, itu adalah hukuman paling berat buat saya," ujarnya, Jumat (25/8/2017) dini hari, sebelum dijebloskan ke Rutan Guntur.

Lantas, apakah penghargaan Satyalencana Karya Satya yang diterimanya dari Presiden Joko Widodo akan dikembalikan?

Baca: Setelah Gerindra, Demokrat akan Lanjutkan Diplomasi Nasi Goreng dengan Partai Lain

"Kalau Setyalencana Karya Satya dikembalikan itu tidak ada dalam cerita," ucapnya sembari masuk ke mobil tahanan KPK.

Sebelumnya, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut (Hubla) tahun anggaran 2016-2017.

Halaman
123
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved