Kamis, 30 April 2026

Perusahaan Makassar Menang Lelang Rehab Sekolah di DKI, Djarot: Apa dari Sini Enggak Ada?

Kemenangan PT Murni Konstruksi di lelang rehabilitasi berat 119 sekolah negeri di Jakarta, diributkan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.

Tayang:
Warta Kota/Rangga Baskoro
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat 

WARTA KOTA, GAMBIR - Kemenangan PT Murni Konstruksi di lelang rehabilitasi berat 119 sekolah negeri di Jakarta, diributkan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.

Djarot mempermasalahkan domisili perusahaan tersebut yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan.

"Aku heran kok bisa (kontraktor) dari Sulawesi? Kok bisa jauh-jauh dari sana, apa dari sini enggak ada? Tanya tuh ke dinas ke BPPBJ, kok bisa gitu loh," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

Baca: Fahri Hamzah Kecewa Pertemuan SBY dan Prabowo Tak Ada Isinya

Djarot meminta agar Badan Penyelenggara Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) untuk mengecek kontraktor tersebut.

Jika ada kemungkinan penyelewengan, maka Djarot meminta perusahaan tersebut ditindaklanjuti. Bahkan Djarot meminta dilakukan tes kewajaran terhadap PT Murni Konstruksi.

"Kalau hanya sekadar yang menang dari harga terendah, gampang, saya minta cek betul. Cek kebutuhan modal, tenaga ahli, cek lagi. Kalau enggak kita black list, kita cabut," tegas Djarot.

Baca: Prabowo Sebut Presidential Threshold Lelucon Politik, Jokowi: Kenapa Dulu Tidak Ramai?

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Paket Lelang Rehab Berat Sekolah Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI (BPPBJ) Firman, membenarkan PT Murni Konstruksi memenangi lelang tersebut.

"Sudah ada surat keputusan (SK) penetapan dari Kadis (pendidikan) kemarin, dan tadi malam langsung ditetapkan di sistem pemenang lelangnya," jelas Firman.

Dari sisi penawaran, PT Murni Konstruksi memang paling rendah. Perusahaan tersebut memberi harga penawaran sementara (HPS) paling masuk akal, Rp 180 milliar.

Baca: SBY dan Prabowo Ingin Buat Gerakan Bangkitkan Moral, Oso: Memangnya Kita Tidak Bermoral? Ngawur!

Harga itu lebih tinggi ketimbang pesaing lainnya, PT Amarta Karya yang memberi HPS Rp 172 milliar. Serta sedikit lebih rendah dari rival keduanya, PT Multi Struktur, yang memberi HPS sebesar Rp 183 milliar.

Rekam jejak PT Murni Konstruksi juga lebih baik ketimbang PT Multi Struktur yang sedang tersangkut kasus hukum di pengadilan. PT Multi Struktur tengah dalam proses PKPU dengan rekanannya, akibat menunggak pembayaran. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved