Hindari Penyalahgunaan Masjid, Ini Saran Ketua MUI Poso
Ketua MU Poso memberikan tip alias pedoman agar masjid selalu menjadi tempat mulia yang menyejukkan sehingga terhindar dari penyalahgunaan fungsi.
WARTA KOTA, MATRAMAN -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, KH. Arifin Tuamaka, menegaskan masjid harus selalu menjadi tempat mulia yang menyejukkan karena ia merupakan tempat pertemuan majelis-majelis terhormat.
Oleh sebab itu, kata KH Arifin pada acara dialog "Jaga Masjid Kita sebagai Pusat Syiar Damai" di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (24/8/2017), masjid harus selalu dijaga dari penyalahgunaan fungsi utama tempat ibadah ini.
Kegiatan dialog di Poso ini diselenggarakanoleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tengah.
Untuk menghindari adanya penyalahgunaan masjid, dia memberikan sejumlah tip bagi para takmir dan pengelola masjid lainnya.
Pertama, KH Arifin menyarankan agar takmir masjid adalah orang-orang yang memiliki pemahaman agama yang kaffah dan menguasai ilmu-ilmu fiqh.
"Ini penting agar takmir masjid dan pengelola masjid lainnya menjadi panutan jamaah," katanya.
Pemahaman agama yang kafah, lanjut Arifin, juga penting untuk menghadapi orang-orang pendatang yang mencoba menguasai dan menyalahgunakan masjid.
"Ketika takmirnya paham agama, orang-orang yang bertujuan memanfaatkan masjid akan takut mendekat, karena apa yang mereka bawa akan bisa dibantah," tambahnya.
Kedua, Arifin meminta takmir masjid adalah orang-orang yang tidak condong pada madzhab tertentu.
"Takmir jangan condong ke mazhab tertentu, harus terbuka menerima apapun mazhab jamaah. Ini penting agar masjid ramai dan tidak dikuasai oleh jamaah dari mazhab tertentu saja," jelasnya Arifin.
Ketiga, agar masjid terhindar dari penyalahgunaan kelompok tertentu, masih kata Arifin, adalah menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat beribadah saja. Masjid disebutnya harus bisa menjadi pusat ibadah dan kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat di sekitarnya.
"Ketika masjid hanya untuk ibadah, akan sepi di jam-jam tertentu, ini yang sering dimanfaatkan oleh orang-orang yang bertujuan jahat. Jadikan masjid pusat pendidikan, pusat ekonomi dan pusat aktifitas sosial masyarakat lainnya," pungkas Arifin.