Rabu, 20 Mei 2026

Indonesia Bakal Jadi Negara ASEAN Pertama Pemilik Sukhoi SU-35

Salah satu kelebihan pesawat tersebut, menurut Ryamizard Ryacudu, SU-35 bisa mengendus kehadiran musuh yang jaraknya ratusan kilomter.

Tayang:
sukhoi.org
Pesawat tempur Sukhoi SU-35 

WARTA KOTA, GAMBIR - Indonesia pertama kali membeli pesawat tempur Sukhoi buatan Rusia, pada 2002 silam.

Saat itu, Indonesia masih menerima sanksi dari negara-negara barat karena kasus di Timor Timur. Pemerintah membeli dua unit SU-27 dan dua unit SU-30 dari Russia. Pada 2006, tiga unit SU-27 dan tiga unit SU-30 kembali dibeli oleh pemerintah.

Di era pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) pada 2010 lalu, pemerintah berkomitmen membeli ratusan unit Sukhoi SU-2 dan SU-30, namun rencana tersebut hingga kini tidak terealisasi.

Baca: Panglima TNI Desak Kementerian Pertahanan Beli Sukhoi-35 dan Kapal Selam Kelas Kilo

Kini, pemerintah melalui Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, berencana membeli 11 unit pesawat SU-35, pesawat tempur generasi empat plus, produksi negara Beruang Merah.

Kepada wartawan di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017), Ryamizard Ryacudu mengatakan Indonesia akan menjadi negara pertama yang memiliki SU-35, setelah Rusia yang merupakan produsen pesawat tempur tersebut.

"Ini kan (Indonesia) nomor dua setelah Rusia (yang memiliki SU-35), yang lain kan SU-30. Alhamdullilah, sudah dapat (varian) paling baru, kita dapat 11," ungkapnya.

Baca: Indonesia Beli 11 Sukhoi SU-35 Pakai Kopi, Teh, dan Minyak Kelapa Sawit

Salah satu kelebihan pesawat tersebut, menurut Ryamizard Ryacudu, SU-35 bisa mengendus kehadiran musuh yang jaraknya ratusan kilomter, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh yang jumlahnya lebih dari satu.

Dikutip dari www.sukhoi.org, pesawat SU-35 hadir dengan desain yang memungkinkan pesawat tersebut dioperasikan selama 30 tahun, di mana setiap 1.500 jam penggunaan pesawat tersebut harus menjalani 'servis besar.'

SU-35 memiliki panjang 21, 9 meter, dengan lebar 15, 3 meter. Pesawat yang dilengkapi sepassang mesin Saturn izdeliye (Product) 117S (AL-41F1S) turbofan itu, mampu melesat hingga 2,25 mach atau 2.400 kilometer per jam di ketinggian, dan 1,13 mach atau 1.400 kilometer per jam di permukaan laut.

Baca: Indonesia Beli 11 Sukhoi Pakai Hasil Bumi, Rusia Belum Tentukan Jenis Komoditasnya

Ketinggian maksimal pesawat tersebut adalah 18 ribu meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan kecepatan rata-rata 280 meter per detiknya.

SU-35 dilengkapi Irbis-E passive electronnically scanned array radar, OLS-35 infra-red search and track system, serta khibiny electronic countermeasures system.

Jika jadi membeli 11 unit Sukhoi SU-35, maka Indonesia adalah negara kedua yang membeli pesawat tersebut dari Rusia, setelah sebelumnya Tiongkok pada 2015 lalu membeli 24 unit Sukhoi SU-35, dengan nilai transaksi sebesar 2 miliar dolar AS. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved