Breaking News:

Gerhana Matahari Langka Tebar Ketakjuban di Amerika

Gerhana matahari total di langit Anerika seperti kali ini terjadi seabad lalu. Warga Amerika menggunakan momen ini untuk berbagai acara yang berkesan.

Antaranews.com
Pemandangan umbra yang disaksikan dari orbit oleh kru Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) Randy Bresnik, Jack Fischer dan Peggy Whitson; kru European Space Agency Paolo Nespoli; serta kru Roscosmos Rusia Komandan Fyodor Yurchikhin dan Sergey Ryazanskiy. Stasiun antariksa melewati jalur gerhana matahari tiga kali saat mengorbit di atas benua Amerika Serikat pada ketinggian 250 mil. (NASA vis Antaranews.com ) 

WARTA KOTA, PALAMERAH --  Ketika jutaan warga Amerika takjub menyaksikan pemandangan luar biasa gerhana matahari total di langit, seorang pria Connecticut justru mengarahkan matanya ke titik yang jauh berbeda dari arah mata kebanyakan orang.

Joseph Fleming (43), pria itu berlutut dalam kegelapan,  tak jauh dari sebuah pelabuhan di Charleston, South Carolina. Dengan serius tapi mesra dan romantis ia meminta perempuan di hadapannya, Nicole Durham, menikahinya.

"Matahari, bulan dan cintaku, semua dalam garis lurus," kata Fleming, tertawa setelah Durham (40) menjawab "Ya".

Gerhana matahari total dalam seabad yang menyapu seluruh Amerika Serikat (AS) dari pantai ke pantai negeri ini  menginspirasi warganya untuk melamar, menggelar reuni keluarga dan membebaskan diri dari kerja untuk menyaksikan salah satu fenomena kosmos yang langka itu.

Setelah berminggu-minggu menanti, para pengamat dari Oregon hingga South Carolina berteriak dan bersorak begitu bulan menutupi matahari.

Presiden Donald Trump pun keluar dari Gedung Putih untuk menyaksikan gerhana, meski hanya tampak melihat ke atas sekilas tanpa mengenakan kaca mata pelindung, aksi yang bisa merusak mata, meskipun seorang pembantunya sempat berteriak "Jangan lihat!"

"Ini lebih kuat dari yang saya kira," Robert Sarazin Blake (40), seorang penyanyi dari Bellingham, Washington, mengatakan setelah gerhana melewati Roshambo ArtFarm di Sheridan, Oregon.

"Tiba-tiba Anda berada di dunia lain sepenuhnya;  seperti berjalan di udara atau terowongan bawah tanah bagai luwak," katanya sebagaimana dikutip Kantor Berita Reuters.

Tidak ada area di AS yang menyaksikan gerhana matahari total sejak 1979, sementara gerhana terakhir yang melewati pantai ke pantai terjadi pada tahun 1918 atau seabad yang lalu.

Peristiwa itu diperkirakan menarik penonton paling banyak dalam sejarah manusia, termasuk mereka yang menyaksikannya lewat televisi atau daring.

Sekitar 12 juta orang tinggal di zona dengan lebar 113 kilometer dan panjang 4.000 kilometer tempat gerhana matahari total terlihat. Sementara kelompok lain melakukan perjalanan ke titik-titik di sepanjang rute itu.

Halaman
123
Editor:
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved