Butet 'Sentilun' Kertaradjasa akan Membedah Buku 'Bela Beli Kulon Progo'

Aktor panggung Butet 'Sentilun' Kertaradjasa, dijadwalkan segera naik panggung lagi. Bukan dalam pementasan lakon melainkan sebagai pembedah buku.

Butet 'Sentilun' Kertaradjasa akan Membedah Buku 'Bela Beli Kulon Progo'
Kompas.com
Butet Kertaradjasa 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Aktor panggung Butet "Sentilun" Kertaradjasa, yang pernah melakoni hidup sebagai penulis, jurnalis, dan perupa  diwartakan akan naik panggung di Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tapi kali ini bukan sebagai pelakon melainkan sebagai pembedah buku.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, menginformasikan akan menyelenggarakan acara bedah buku berjudul Bela Beli Kulon Progo  karya Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.

"Rencananya buku Bela Beli Kulon Progo dibedah oleh budayawan nasional Butet Kertaradjasa yang terkenal kritis dan humoris," kata Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulonprogo, Harminto,  di Kulon Progo, Sabtu.

Menurutnya, buku Bela Beli Kulonprogo dipilih untuk dibedah karena buku ini masih hangat dan bagus.

Acara ini diharapkan dapat ikut mengumandangkan isi buku tentang gerakan Bela Beli Kulonprogo yang dicetuskan Bupati Hasto Wardoyo agar semakin diketahui khalayak secara luas.

Selain Butet, yang pernah dikenal luas di Indonesia sebagai aktor monolog dan pelakon dalam flim dan tokoh "Semtilun" dalam sebauah program serial di TV, pembicara lain yang ditampilkan ialah akademisi dari Universitas Negeri Yogyakarta,  Bambang Saptono. Bambang diharapkan dapat membedah buku ini secara akademis sesuai bidangnya.

Herminto menambahkan, acara bedah buku ini juga ditaja untuk memantabkan gerakan Bela Beli Kulon Progo yang telah dikumandangkan Bupati bersama masyarakat Kulonprogo sejak lima tahun yang lalu.

Pemda Kulonprogo juga menginginkan acara ini menjadi sarana evaluasi atas sejauh mana gerakan  sudah terealisasikan, baik di tingkat penentu kebijakan, maupun masyarakat, termasuk kalangan dunia pendidikan seperti guru, dosen, pelajar dan mahasiswa.

"Kami berharap acara bedah buku ini dapat mendorong masyarakat dan kalangan dunia pendidikan di Kulonprogo menyampaikan gerakan Bela Beli Kulonprogo kepada siswa, mahasiswa, dan masyarakat," katanya.

Gerakan Bela Beli Kulon Progo  digagas oleh Bupati Hasto Wardoyo untuk mewujudkan sikap berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), khususnya di bidang ekonomi. Selain itu juga diharpakan mampu memberikan pondasi kuat pada generasi muda agar mencintai produk dalam negeri, khususnya produk Kulonprogo.

"Ke depan globalisasi tidak bisa dibendung, tapi kita semua harus terus berjuang agar globalisasi tetap membuat warga Kulonprogo, khususnya generasi mudanya tetap mencintai dan bangga menggunakan produk sendiri sekaligus bangga akan daerah dan budayanya" katanya.

Bupati Hasto Wardoyo menegaskan,  era globalisasi dan perkembangan teknologi maju tidak bisa dibendung. Indonesia boleh kalah secara teknologi tetapi tidak boleh kehilangan kebudayaan dan ideologinya sebagai bangsa.

"Kemajuan teknologi hanya dapat dikalahkan dengan ideologi. Untuk itu, kami menggelorakan Bela Beli Kulonrogo," katanya.

Editor:
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved