Breaking News:

Yasonna Laoly Mengaku Berutang Rp 269 Miliar untuk Kasih Makan Narapidana

Pria asal Tapanuli Tengah itu mengatakan, jumlah narapidana yang dijebloskan dengan yang keluar, tidak sebanding.

TRIBUN JABAR/ERY CHANDRA
Suasana di depan Lapas Sukamiskin, Bandung, Kamis (6/7/2017). 

WARTA KOTA, TANGERANG - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly mengaku harus berutang untuk membiayai kehidupan sehari-hari para narapidana.

Yasonna mengungkapkan, pihaknya harus memberi makan narapidana dan tahanan yang berjumlah 226.143 orang.

Ada pun uang makan para narapidana dan tahanan dihitung untuk setiap kali makan, adalah Rp 15 ribu.

"Itu belum memenuhi. Kita masih ngutang Rp 269 miliar. Jadi setiap tahun itu kita selalu ngutang," kata Yasonna di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Anak Wanita Tangerang, Banten, Kamis (17/8/2017).

Baca: Saat Diimunisasi BCG, Tak Ada yang Aneh Atau Istimewa dari Bayi Ajaib di Enrekang

Utang tersebut disebabkan pihaknya tidak bisa memprediksi postur APBN, karena jumlah narapidana yang selalu bertambah.

Pria asal Tapanuli Tengah itu mengatakan, jumlah narapidana yang dijebloskan dengan yang keluar, tidak sebanding.

"Nah, bisa dibayangkan, di samping tidak ada tempat lagi," ujarnya.

Lantas, bagaimana cara Kementerian Hukum dan HAM membayar utangnya?

Baca: Sheila Marcia Ingin Nikmati Masa Tua di Bali

"Kita minta negara lah. Tahun ini dapat. Jadi gini, misal anggaran tahun lalu Rp 200 ribu, ternyata sudah Rp 226 ribu, ya kan itu harus dikasih makan itu (narapidana), mana bisa enggak. Utang itulah yang akhirnya over terus, tapi harus kita bayar," tutur politikus PDI Perjuangan itu.

Yasonna mengatakan, melalui pemberian remisi kemerdekaan HUT ke-72 RI kepada 92.816 warga binaan, mampu menghemat Rp 102.507.363.000. (*)

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved