Novel Baswedan Diteror

Kapolri Minta Bantuan KPK Periksa Hasil Penyidikan Polisi Terkait Penyerangan Novel Baswedan

Setelah penyidik Polri memeriksa Novel Baswedan, Ketua KPK Agus Rahardjo melangsungkan pertemuan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kapolri Minta Bantuan KPK Periksa Hasil Penyidikan Polisi Terkait Penyerangan Novel Baswedan
TRIBUNNEWS/BIRO PERS/LAILY RACHEV
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa penyiram air keras terhadap Novel Baswedan, di Istana Negara, Jakarta, Senin (31/7/2017). 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Setelah penyidik Polri memeriksa Novel Baswedan, Ketua KPK Agus Rahardjo melangsungkan pertemuan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Agus mendampingi Novel dalam pemeriksaan yang dilakukan di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Senin (14/8/2017) lalu.

"Teman-teman Polri sudah lakukan pemeriksaan ke Singapura, saya ikut dampingi. Setelah itu saya temui Pak Kapolri, kita sudah bicarakan tindak lanjutnya," ujar Agus di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (18/8/2017).

Baca: Kirana Larasati dan Tama Gandjar Sepakat Bercerai

Dalam pertemuan itu, Agus bersama Tito membahas tindak lanjut, seusai penyidik Polri memeriksa terhadap Novel. Tito meminta bantuan KPK untuk memeriksa penyidikan yang dilakukan Polri.

"Kapolri minta bantuan KPK, untuk memeriksa hal-hal yang sudah ditemukan Polri," kata Agus.

Agus telah menugaskan beberapa penyidik KPK untuk bekerja sama dengan penyidik Polri.

Baca: Kakek Merasa Cucunya Ajaib, Bayi yang Dikabarkan Bisa Ucapkan Assalamualaikum Tidak Divaksin

"Kita tunggu saja, mudah-mudahan dalam waktu tidak begitu lama ada titik terang," harap Agus.

Penyidik KPK, kata Agus, telah mendapatkan beberapa informasi dari Novel. Informasi tersebut akan dikroscek kembali dengan penyidik Polri.

"Makanya itu yang diberikan pada kami. Kita kroscek kepada Polri. Itu tujuan kita koordinasi," cetus Agus.

Baca: Barack Obama Sudah Bercita-cita Jadi Presiden Sejak SD

Novel disiram air keras oleh dua orang tidak dikenal pada 11 April 2017. Sudah empat bulan lebih, Polri belum berhasil mengungkap kasus penyerangan.

Polri telah melakukan empat kali olah tempat kejadian perkara, memeriksa 56 saksi, 50 rekaman CCTV, dan 100 toko kimia. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved