Buntut Kasus First Travel, Kementerian Agama Kaji Aturan Batas Minimal Biaya Umrah

Selama ini, lanjut Lukman, yang sudah diterapkan adalah batas minimal pelayanan umrah, seperti jenis hotel dan pesawat yang digunakan dalam umrah.

Buntut Kasus First Travel, Kementerian Agama Kaji Aturan Batas Minimal Biaya Umrah
Warta Kota/Alex Suban
Rumah mewah Direktur Utama PT First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari, di perumahan Sentul City, Bogor, Jawa Barat. 

WARTA KOTA, SENAYAN - Berkaca dari kasus First Travel, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pemerintah sedang mengkaji batas minimal biaya umrah.

"Manfaat dan mudarat dari perlu tidaknya batas minimal biaya umrah," kata Lukman saat menghadiri peringatan Hari Konstitusi di Gedung DPR/MPR, Jumat (18/8/2017).

Baca: Polisi Jemput Bola Periksa Rizieq Shihab di Arab Saudi

Termasuk, lanjutnya, payung hukum yang akan digunakan bila penerapan batas minimal biaya umrah tersebut diterapkan. ‎Misalnya, dimasukkan ke dalam rancangan undang-undang atau peraturan lainnya.

Baca: Obama Kecil Dikenal Sebagai Sosok yang Cepat Ambil Keputusan

"Tentu itu menjadi bagian yang akan didalami, karena regulasinya, wadah hukumnya apa. Itu jadi bagian yang akan kita dalami," ujarnya.

Selama ini, lanjut Lukman, yang sudah diterapkan adalah batas minimal pelayanan umrah, seperti jenis hotel dan pesawat yang digunakan dalam umrah.

"Supaya masyarakat tidak menjadi objek penipuan, karena umumnya masyarakat masih menghendaki biaya umrah paling murah," jelasnya.

Baca: Jokowi: Orang Ekonomi Jangan Masuk ke Politik

Pengkajian batas minimal biaya umrah dilakukan untuk melindungi para jemaah. Menurutnya, keinginan para jemaah akan biaya umrah yang murah, disambut oleh perusahaan travel yang jor-joran mematok harga semurah mungkin, namun pada ujungnya malah merugikan jemaah.

‎"Maka sedang dikaji apakah perlu ada batas minimal biaya umrah, dengan harapan ada batas minimal pelayanan itu betul-betul bisa dijamin, terwujud. Nah, itu sedang didalami," paparnya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved