Ruth Cheline Eglesya Purba, Si Pembawa Baki Upacara Penurunan Sang Saka

Anggota Paskibraka 2017 yang mewakili Sumatra Utara ini terpilih sebagai petugas pembawa baki dalam upacara penurunan Merah Putih di Istana Negara.

Ruth Cheline Eglesya Purba, Si Pembawa Baki Upacara Penurunan Sang Saka
Tribun Medan
Ruth Cheline Eglesya Purba, Pelajar SMA Negeri 2 Binjai yang mewakili Sumatera Utara terpilih sebagai petugas pembawa baki dalam upacara penurunan bendera Merah Putih, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8/2017) petang. 

WARTA KOTA, PALMERAH --  Ruth Cheline Eglesya Purba, anggota Paskibraka 2017 yang mewakili Provinsi Sumatra Utara, terpilih sebagai petugas pembawa baki dalam upacara penurunan bendera Merah Putih, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis petang.

Ruth bersama belasan rekannya dari seluruh Indonesia tergabung dalam Tim Merah, yang bertugas menurunkan duplikat bendera pusaka Merah Putih dari tiang 17 dan menyerahkannya kepada Presiden Joko Widodo, dalam upacara kenegaraan.

Pada saat itu, sorotan mata hadirin dan pemirsa televisi menatap kepada gerak-gerik pelajar SMA Negeri 2 Binjai, Sumatera Utara dan rekan-rekannya dari seluruh Indonesia ini.

Sementara dari Medan, Tribun Medan melaporkan, di Aula SMA Neger 2 Binjai, ratusan siswa sekolah
yang berlokasi di Jalan Padang, Binjai Selatan, itu menggelar nonton bareng.

Gedung seukuran 20×15 meter tersebut penuh sesak oleh pelajar yang asyik memplototi layar proyektor yang menyiarkan pengibaran bendera merah putih di halaman Istana Negara.

Mereka mereka terus menatap layar yang menyiarkan gerak-gerik putri pasangan Nelson Purba dan Lisbet Herta S Pandiangan, yang hobinya berolahraga itu.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka mengibarkan duplikat Sang Saka Merah Putih dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8/2017)
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka mengibarkan duplikat Sang Saka Merah Putih dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8/2017) (Antara)

Di seluruh dunia, hanya Indonesia yang memiliki tradisi kenegaraan berupa pelibatan para pelajar SMA atau sederajat dalam upacara kebesaran pengibaran dan penurunan bendera nasional pada hari kemerdekaannya.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengatakan Tim Putih pada Kamis pagi berhasil melaksanakan tugas mereka dalam upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-72 RI.

"Sore ini giliran Tim Merah yang akan bertugas dalam upacara penurunan bendera Merah Putih," katanya.

Sebagaimana tradisi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang bertugas tiap tahun, mereka dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu kelompok 8, kelompok 17, dan kelompok 45. Pasukan ini dipimpin seorang perwira pertama TNI atau polisi dengan pangkat kapten atau ajun komisaris.

Kali ini, kelompok 8 memiliki tiga pelajar yang bertugas menurunkan duplikat bendera pusaka Merah Putih, yaitu Mohamad Alfin Abas (komandan kelompok 8/Provinsi Gorontalo), Muhammad Wildan Muzakky (penarik bendera/Jawa Timur), dan Alfares Deo Simangunsong (pembentang bendera/Kalimantan Timur).

Dalam menjalankan tugasnya, Tim Merah akan dipimpin Kapten Marinir Herwan Pratama, yang sehari-harinya adalah komandan Kompi G Batalion Infantri 6 Korps Marinir TNI AL, dan alumnus Akademi TNI AL pada 2008.

Adapun komandan upacara penurunan duplikat bendera pusaka Merah Putih adalah Komisaris Besar Polisi Indra Fajar, alumnus Akademi Kepolisian pada 1995, dan sehari-hari kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Timur.

Editor:
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved