Ngaku-ngaku Wartawan, Dua Pemeras Dokter ini Dicokok Polisi Saat Beraksi

Profesi wartawan kembali digunakan untuk melakukan aksi pemerasan. Peristiwa terkini terjadi di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Ngaku-ngaku Wartawan, Dua Pemeras Dokter ini Dicokok Polisi Saat Beraksi
Warta Kota/Joko Supriyanto
Pelaku Pemerasan Berkedok Wartawan -- Kedua pria ini, Swardi Manulang (38) dan Sugianto Silaen (42), menurut keterangan Kasubaghumas Kepoolisian Resor Metro Jakarta Timur, Komisaris Wasiem, pada hari Kamis (17/8/2017) adalah pelaku aksi pemerasan yang ditangkap petugas dalam sebuah penggerebekan saat sedang memeras seorang dokter di kawasan Cakung Jaktim. 

WARTA KOTA, CAKUNG -- Kepolisian Cakung baru saja menangkap dua orang, masing-masing Swardi Manulang (38) dan Sugianto Silaen (42), yang terlibat tindak pidana pemerasan dengan mengaku-aku sebagai wartawan.

Kedua pelaku aksi pemerasan ini masing-masing mengaku wartawan media bernama Berita Indonesia dan Radar Pembangunan. Mereka ditangkap setelah melakukan pemerasan terhadap Dokter Gunawan Tjhia di kawasan Cakung.

Kasubaghumas Polres Metro Jakarta, Timur Kompol Wasiem mengatakan, kedua pelaku pemerasan ini mendatangi sebuah klinik bernama Klinik Mitra di Jalan Raya Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, tempat korban menjalani praktik sebagai dokter.

Dituturkan, pada awalnya,  kedua pelaku datang ke klinik untuk menemui korban. Namun karena pegawai klinik memberi tahu bahwa korban tidak berada di tempat, kedua pemeras itu menitipkan koran Metro Indonesia kepada pegawai klinik tersebut.

"Mereka meminta pegawai klinik tersebut memberikan koran itu kepada bosnya,” kata Kompol Wasiem.

Namun ternyata kedua pelaku bukan hanya memberikan koran. Pelaku juga meminta waktu untuk bertemu korban.

"Tapi menurut keterangan,  pertemuan itu untuk membahas pengontrolan bangunan (klinik)," kata Wasiem seraya menambahkan,  pada hari Rabu (16/8) korban menuruti permintaan kedua pelaku itu untuk bertemu.

Dalam pertemuan, lanjut Wasiem, mereka mengaku sebagai petugas kontrol sosial, yang tujuan kedatangan  mereka adalah untuk meminta bantuan.

Mendengar permintaan itu, korban pun menanggapinya dengan cepat dengan memberikan uang Rp 500 ribu.

Namun para pelaku pemerasan itu menolak jumlah pemberian itu. Pelaku meminta jumlah lebih, yakni Rp 1,5 juta.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved