Breaking News:

Mantan Teroris yang Bertobat ini Ajak Masyarakat Waspadai Tiga Target Terorisme

Mantan terorise yang dinilai sudah bertobat ini, Nasir Abbas, menyebut pelaku terorisme punya tiga target untuk menjaga eksistensi mereka.

Editor:
ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Pencegahan Paham ISIS -- Mantan teroris yang kini menjadi pengamat, Nasir Abbas, menyampaikan pendapatnya saat diskusi mengenai ISIS di Jakarta, Kamis (19/3/2017). Diskusi tersebut menyoroti upaya pencegahan penyebaran paham ISIS di Indonesia menyusul ditangkapnya puluhan WNI di perbatasan Turki-Suriah karena disinyalir akan bergabung dengan ISIS. () 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Mantan Komandan Mantiqi III Jamaah Islamiyah, Nasir Abbas, mengungkap adanya tiga target kelompok pelaku terorisme untuk menjaga eksistensinya. Masyarakat diajak bersikap waspada.

Nasir Abbas mengemukakan hal itu saat menjadi nara sumber dalam kegiatan dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Sulawesi Utara, pada tengah pekan ini.

"Target pertama adalah (aksi-aksi) yang mereka lakukan mendapatkan dukungan masyarakat. Itu kenapa mereka menggunakan segala cara agar apa yang mereka lakukan dibenarkan oleh masyarakat," kata Nasir dalam taklimat resmi yang dirilis hari ini.

Target kedua, lanjut Nasir, adalah menguasai sebuah wilayah untuk dijadikan negara baru.

Dalam mencapai target tersebut pelaku terorisme melakukan berbagai kampanye, antara lain, menganggap pemerintahan yang sah sebagai kelompok kafir dan menolak dasar yang sah dari suatu negara.

"Kita sama-sama sepakat keutuhan NKRI adalah harga mati. Oleh karena itu mari kita sama-sama menjaga Indonesia tetap utuh, mari kita lawan adanya terorisme," ajak Nasir.

Untuk menjaga eksistensinya, masih kata Nasir, setelah target mendapatkan dukungan masyarakat dan menguasai sebuah wilayah, kelompok teroris akan menargetkan membangun kekuatan militer sebagai bagian dari pertahanan.

"Kalau kita lihat, mereka (pelaku terorisme, Red.) selalu berusaha menguasai wilayah yang memiliki kawasan hutan lebat, karena di sana mereka bisa melakukan pelatihan ala militer," ungkapnya.

Dengan mengetahui tiga target pelaku terorisme tersebut, Nasir berharap masyarakat bisa mengedepankan kewaspadaan.

Dia juga mendorong masyarakat bersikap pro-aktif mencegah penyebarluasan paham radikal terorisme, sekaligus mencegah target pelaku tersebut tercapai.

"Saya sependapat dengan apa yang disampaikan BNPT bahwa masyarakat adalah kunci keberhasilan mencegah terorisme. Mari bersama-sama menjaga Indonesia yang kita cintai ini," tandas Nasir.

Dalam kaitannya dengan mahasiswa yang aktif di LDK, Nasir mengajak mereka untuk selalu mengedepankan sikap kritis dan tidak mudah menerima adanya ajaran-ajaran baru.

"Ketika kalian kritis, kalian tidak akan mudah terpapar ajaran radikal terorisme," serunya. (wip)

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved