Lukisan Raksasa Karya Maestro Nyoman Gunarsa Dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta

Enam kali terserang stroke tak membuat energinya untuk tetap berkarya menjadi kendor.

Wartakotalive.com/suprapto
Pameran lukisan karya Nyoman Gunarsa di Bentara Budaya Jakarta, 14-21 Agustus 2017. 

WARTAKOTA, PALMERAH-- Enam kali terserang stroke tak membuat energinya untuk tetap berkarya menjadi kendor.

Bahkan, sejumlah master piece atau mahakarya pun terus muncul meski usia Nyoman Gunarsa kini telah berkepala tujuh dan ia sudah sulit berjalan.

Beberapa mahakarya pelukis asal Klungkung, Bali, itu kini dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ) yang Seniin (14/8/2017) malam dibuka oleh Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Pameran bertajuk '60 Tahun Nyoman Gunarsa Berkarya, Ode Bagi Negeri' yang terbuka gratis ini akan berlangsung hingga 21 Agustus 2017.

Sejumlah karya pelukis kelahiran 15 April 1944 itu yang dipamerkan sekaligus menunjukkan fase perjalanan hidupnya sebagai seorang pelukis.

Pameran lukisan karya Nyoman Gunarsa di Bentara Budaya Jakarta, 14-21 Agustus 2017.
Pameran lukisan karya Nyoman Gunarsa di Bentara Budaya Jakarta, 14-21 Agustus 2017. (Wartakotalive.com/suprapto)

Setidaknya ada empat fase Nyoman Gunarsa dalam melukis, sejak usia sekitar 13 tahun hingga kini berusia 73 tahun.

Keempat fase itu adalah fase studi, fase persembahan, fase wayang, dan fase moksa.

Dua karya lukis 'raksasa' Nyoman Gunarsa bisa ditemui yaitu lukisan yang diberi judul Jokowi Mendalang dan lukisan berjudul Upacara Ngeruwat Tumpek Wayang.

Lukisan berjudul Jokowi di atas kanvas berukuran 390 cm x 290 cm, sedangkan lukisan Ngeruwat di atas kanvas berukuran 430 cm x 290 cm.

Nyoman sempat  menangis saat memberikan sambutan setelah Iphong Purnama Sidhi, mahasiswa Nyoman yang juga kurator dalam pemeran tersebut, menyampaikan kenangannya menjadi mahasiswa dan juga interaksinya bersama sang maestro.

Dia menangis ketika mengingat perjuangannya dalam mengembangkan seni rupa, saat mendidik para mahasiswa di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) --sekarang menjadi Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Sementara itu Agus Sudibyo, penggagas pameran, mengatakan, masih ada beberapa lukisan berukuran raksasa yang tidak bisa dipajang dalam pameran itu.

"Ada lukisan berukuran 6 x 3 meter persegi yang tidak dibawa karena tempatnya tidak memungkinkan," ujar Agus.

Pameran lukisan karya Nyoman Gunarsa di Bentara Budaya Jakarta, 14-21 Agustus 2017.
Pameran lukisan karya Nyoman Gunarsa di Bentara Budaya Jakarta, 14-21 Agustus 2017. (Wartakotalive/com/Suprapto)
Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved