Waduh, Air Kalimalang Bewarna Hijau Lumut

Air bersih yang dikonsumsi warga Jakarta berasal dari Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Jalur aliran air melewati Saluran Tarum Barat hingga Kalimalang.

Waduh, Air Kalimalang Bewarna Hijau Lumut
Rangga Baskoro
Air bersih yang dikonsumsi masyarakat Jakarta berasal dari Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat kondisi sumber air yang pada awalnya bewarna cokelat kini berubah menjadi hijau lumut bahkan cenderung kehitaman. 

Terkait pengerjaan proyek yang diduga menyebabkan air tercemar, Veracia menyatakan hal seperti itu lumrah terjadi.

Namun lagi-lagi ia memastikan kalau perubahan warna bukan disebabkan lantaran pengerjaan proyek.

"Kadang-kadang rancunya karena dekat proyek, jadinya dikhawatirkan ada (pencemaran) seperti itu. Tapi kami nyatakan aman. Airnya nanti masuk instalasi pengolahan Aetra melalui penyulingan dan penjernihan lagi," ujarnya.

Bahkan dirinya menyatakan saat ini tingkat kekeruhan air berada pada ambang batas normal yakni sekitar 10 NPU.

Baca: Kasus Guru Penabur Kirim Foto Porno ke Siswinya, Ini Tanggapan Orang Tua Murid

Pihaknya pun tak mengurangi kapasitas produksi dan masih menghasilkan sebanyak 10.000 liter/detik air bersih.

Senada dengan Veracia, Lydia Astriningworo, Head of CCSR PALYJA, mengatakan sudah berkoordinasi dentan pihak PJT2 terkait perubahan warna di Kalimalang.

Lydia mengonfirmasi bahwa berubahan air bukan disebabkan oleh pencemaran dari pengerjaan proyek.

"Konfirmasi dari pihak PJT2 bahwa kekeruhan masih dalam batas aman untuk diolah. Terkait dengan pekerjaan jalan tol Becakayu, PALYJA telah berkordinasi dengan pihak kontraktor dan PJT2 agar saluran air baku tidak terganggu," tuturnya.

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved