Jumat, 17 April 2026

Terbebani Status Unggulan Juara, Jojo Banyak Konsultasi ke Psikolog

Di SEA Games 2017, Jojo mengatakan bahwa tekanan beban itu bukan tak mungkin akan kembali menerpanya.

Editor: Murtopo
Warta Kota/Banu Adikara
Jonatan Christie 

Laporan Wartawan wartakotalive.com Banu Adikara

WARTA KOTA, CIPAYUNG - Status unggulan juara ternyata tidak melulu membuat seorang atlet termotivasi. Beberapa atlet justru merasa bahwa status unggulan malah menjadi beban.

Jonatan Christie adalah satu dari sekian banyak atlet yang merasakan hal tersebut.

Jojo, sapaan akrabnya, mengakui terang-terangan hal itu.

Kekalahannya di New Zealand Open Grand Prix Gold 2017 kemarin, kata Jojo, disebabkan karena beban sebagai unggulan.

"Jujur, waktu saya lihat nama saya sebagai unggulan juara nomor tiga, mental saya langsung terganggu. Akhirnya di lapangan saya tidak bisa fokus untuk menang, malah fokus ke masalah, dan akhirnya kalah, " kata Jojo.

Di SEA Games 2017, Jojo mengatakan bahwa tekanan beban itu bukan tak mungkin akan kembali menerpanya.

Pasalnya, dari sederet pemain yang akan berlaga, Jojo merupakan pemain tunggal putra dengan ranking tertinggi, dan ditarget mendapat medali emas.

Untuk mengusir rasa terbebani itu, Jojo mengatakan, ia melakukan banyak konsultasi dengan psikolog yang didatangkan pihak Kemenpora.

Psikolog ini, kata Jojo, nantinya juga akan mendampingi dirinya dan para kompatriotnya di Kuala Lumpur nanti.

"Saya banyak tukar pikiran dengan psikolog tentang bagaimana caranya mengatasi rasa terbebani itu. Saya dikasih tahu supaya jangan melihat segala sesuatu dari masalahnya saja, " kata Jojo.

Dengan adanya pendampingan psikolog, Jojo pun berharap penampilannya bisa jauh lebih baik di SEA Games 2017 nanti, dan memenuhi target PBSI.

Menyoal peta kekuatan lawan, Jojo mengaku para calon lawannya di Malaysia, khususnya dari tim tuan rumah maupun Thailand, memang tidak ada yang mematikan.

Namun, ia tetap waspada. Menurut Jojo, walaupun Thailand tidak mengirim Tanongsak Saensomboonsuk (peringkat 13 dunia), mereka masih memiliki Khosit Phetpradab, dan Supanyu Avihingsanon.

"Tuan rumah tentunya juga perlu diwaspadai, karena mereka pasti akan main habis-habisan di hadapan publik mereka. Perjuangan di SEA Games buat saya tetap tidak bisa dianggap lebih mudah walaupun para pemain kelas dunia di tim lawan banyak yang tidak ada. Saya akan main maksimal, " kata Jojo. (kar)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved