Rabu, 8 April 2026

Penyerang dan Perampas Senjata Anggota Brimob di Bali Warga Asing

Setelah mengetahui ciri-ciri fisik pelaku dari rekaman CCTV tersebut, polisi sedang mengidentifikasi identitas pelaku.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa/Dwi S/Istimewa
Anggota Brimob Polda Bali yang diserang. 

WARTA KOTA, DENPASAR - Penyerang dan perampas senjata anggota Brimob Polda Bali Brigadir I Bagus Suda Suwarna di parkiran Ayana Resort and Spa, Jimbaran, Kabupaten Badung pada Selasa (8/8/2017) siang, diduga berjumlah tiga orang.

Berdasar rekaman CCTV, ketiga terduga pelaku disinyalir warga negara asing (WNA).

"Dari CCTV terpantau ada tiga orang. Yang dua orang naik sepeda motor, satu orang sendiri. Jadi dua boncengan, satu sendiri. Itu yang terpantau," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, kepada wartawan di PTIK, Jakarta Selatan, Rabu (9/8/2017).

Baca: Anggota Brimob Polda Bali Diserang Hingga Muntah Darah, Senjata AK 101 Hilang

Setelah mengetahui ciri-ciri fisik pelaku dari rekaman CCTV tersebut, polisi sedang mengidentifikasi identitas pelaku.

Polisi langsung menutup perbatasan Bali untuk mempersempit gerak pelaku penyerangan tersebut.

Sumber di kepolisian Polda Bali pun membenarkan ciri-ciri pelaku terungkap dari rekaman CCTV yang berada di dua titik. Ketiga terduga pelaku disinyalir merupakan WNA.

Baca: Begini Kronologi Anggota Brimob Diserang dan Senjatanya Dirampas

Mereka datang menggunakan dua unit motor jenis matic. Melihat ketiga warga negara asing tersebut, korban kemudian menyapa dan bertanya.

"Korban menyapa dengan bahasa Inggris, 'where are you go?' Namun tidak dijawab oleh ketiga turis itu," ungkap sumber.

Para terduga pelaku kemudian mendekat, dan korban tak mengingat apa yang terjadi selanjutnya, karena sudah tak sadarkan diri.

Baca: Polda Bali Periksa Muntahan Anggota Brimob yang Dianiaya dan Senjatanya Dirampas

Korban belum bisa mengingat peristiwa yang menimpanya, lantaran masih belum stabil pasca-dugaan penyerangan oleh orang tak dikenal. Sementara, senjata laras panjang AK 101 beserta satu unit magasin juga hilang.

Sementara, Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose memimpin langsung pengungkapan kasus tersebut. Pihaknya saat ini tengah melakukan analisa.

“Kita berharap partisipasi dari masyarakat untuk hal ini bisa kita ungkap bersama. Yang paling penting biasanya motif pelaku menyasar polisi. Polisinya akan dibunuh, tetapi ini tidak. Sasarannya memang senjata," ungkap Petrus, usai menghadiri pembukaan Sanur Village Festival 2017 di Maisonettee Area, Segara Beach, Sanur, Denpasar, tadi malam.

Baca: Penyerang Anggota Brimob di Bali Tiga Orang

Terkait kemungkinan kasus penyerangan ini dilakukan oleh teroris, Kapolda dengan tegas menyangkalnya.

“Tidak ada indikasi teroris,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved