Pemerintah Tak Perlu Kebakaran Jenggot Atasi Masalah Garam

Kelangkaan garam yang memicu naiknya harga garam sejak beberapa pekan lalu, masih terjadi di beberapa wilayah dan sejumlah daerah di Indonesia.

Pemerintah Tak Perlu Kebakaran Jenggot Atasi Masalah Garam
Tribunnews.com
ILUSTRASI - Petani garam 

WARTA KOTA, DEPOK - Kelangkaan garam yang memicu naiknya harga garam sejak beberapa pekan lalu, masih terjadi di beberapa wilayah dan sejumlah daerah di Indonesia.

Pengamat ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar mengatakan Indonesia mestinya sudah bisa mengantisipasi kelangkaan stok komoditas pangan, seperti garam yang terjadi belakangan ini dan kini ramai diperbincangkan.

Menurut Hermanto antisipasi sudah bisa dilihat sejak 10 sampauli 20 tahun silam, dengan melihat data perkembangan penduduk Indonesia.

"Mestinya sejak 10 atau 20 tahun lalu, kit sudah bisa mengantisipasi stok garam. Bisa dilihat dari perkembangan penduduk, sehingga bisa dihitung berapa kebutuhannya dari tahun ke tahun,” kata Hermanto ketika dihubungi, Senin (7/8/2017).

Baca: Yusril: Hizbut Tahrir Indonesia Ubah Permohonan Uji Materi Perppu Ormas

Ia menjelaskan selama beberapa tahun ini kapasitas produksi garam nasional hampir tidak ada penambahan yang siginifikan.

Hal itu katanya merupakan indikasi bahwa pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus mampu melakukan pembinaan terhadap petani garam untuk mengangkat hasil produksi garam lokal.

"Mestinya dilakukan pembinaan petani garam oleh kementerian yang langsung terkait yakni kementerian perikanan dan kelautan. Karena turunannya ada disitu (KKP)," kata Hermanto.

Baca: Begini Cara Ahok Menghabiskan Waktu dalam Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua

Menurut Hermanto kelangkaan garam menunjukkan program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) belum efektif.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved