Breaking News:

Developer di Parung Panjang Keluhkan Maraknya Aksi Premanisme

Selama tiga periode kapolsek, di mana pembelian material alam oleh pengembang perumahan tetap diwajibkan dibeli ke preman.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Ilustrasi. Maraknya premanisme harus ditangani dengan tim bersenjata lengkap karena aksi mereka sangat meresahkan dan menggila. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Sejumlah pengembang perumahan yang ada di kawasan Desa Kabasiran, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat belakangan mulai mengeluh.

Hal ini dikarenakan aksi sejumlah preman yang ada di sekitar sana.

Salah satunya adalah PT BTJ yang sedang menjalankan bisnis perumahan di sana.

Chusni Achmadi, selaku senior manager PT BTJ menerangkan, praktik premanisme yang disertai dengan ancaman, hingga intimidasi dan pemaksaan terus berlangsung di daerah.

Bahkan, tanpa adanya jaminan hukum dan keamanan dari aparat setempat.

"Hal ini didasari yang sudah terjadi di daerah itu, selama tiga periode kapolsek, di mana pembelian material alam oleh pengembang perumahan tetap diwajibkan dibeli ke preman setempat mengatasnamakan warga," terang dia kepada wartawan di bilangan Kebayoram Baru, Jakarta Sslatan, Minggu (6/8/2017).

Namun, bukannya berlaku ramah, oknum warga malah mengintimidasi dan melakukan pemaksaan.

Bahkan, kata dia, seringkali harga jauh di atas normal, kualitas tidak sesuai spek dan kuantitas tidak sesuai order.

"Beberapa kali perusahaan mencoba membeli dari supplier resmi pun menemui jalan buntu, lantaran jalan diblok disertai intimidasi ke pengemudi truk, kontraktor, dan staff perusahaan," kata dia.

Dia menuturkan, tak adanya jaminan perlindungan dan keamanan dari aparat setempat membuat staff dan karyawan merasa terancam. Menurut dia sudah beberapa kali terjadi intimidasi dan pengancaman.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved