Breaking News:

Citizen Journalism

Merek Premium dan Beras Naik Kelas

Lalu mengapa beras ayam jago kemudian dapat dijual dengan harga premium? Bahkan lebih tinggi dari harga beras sejenis lainnya.

Editor: Andy Pribadi
Rangga Baskoro
Direktur Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Inayat Iman (kiri), Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Adiningrat (tengah) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono (kanan), saat acara rilis pengungkapan pengecer beras di gudang sembako, Jalan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (23/5). 

Di era ini, kecepatan dan kelincahan adalah model dari bentuk adaptasi bisnis secara dinamis. Padahal pada sisi lain, institusi pengatur bahan pangan nasional justru merasa kesulitan dalam mendapatkan sumber bahan baku, mungkin karena lapisan birokrasinya.

Studi kasus ini menarik, terlebih bila kita melihat disparitas harga pembelian bahan baku hingga harga jual ke konsumen yang demikian lebarnya. Problem utama yang terjadi, kerap kali disinsentif harga beli petani menimbulkan keengganan untuk masuk ke sektor yang sesungguhnya vital dalam ketahanan kehidupan berbangsa.

Pangan adalah hajat hidup masyarakat, pada teori tentang kebutuhan dasar manusia, maka faktor pemenuhan kebutuhan fisik adalah hal elementer yang tidak dapat digantikan lagi.

Jadi apa yang dapat kita pelajari dari fenomena ini? Terutama bagi aspek ketahanan pangan dan mendorong simulasi keinginan untuk masuk kembali ke sektor agraris pertanian? Dengan metode yang serupa institusi ketahanan pangan nasional, dapat belajar untuk mendorong pasokan yang cukup dengan harga beli yang baik, termasuk membuat subsidi silang revenue bagi produk inovatif sehingga mampu naik kelas.

Meski demikian, keseluruhan proses dapat diduplikasi terkecuali aspek manipulasi yang tidak patut untuk ditiru, semisal menampilkan daftar kandungan yang tidak sesuai fakta, namun strategi beras ayam jago secara keseluruhan patutlah diujicobakan.

Yudhi Hertanto, Mahasiswa Pascasarjana Kalbis Institute.
Yudhi Hertanto.  ()

Yudhi Hertanto, Ketua Yayasan Akademi Keperawatan Berkala Widya Husada

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved