Breaking News:

Berawal Dari Minuman Keras, Bakri Tewas Ditikam Sahabat

Tim Opsnal gabungan Polres (Jakarta Utara) dan Reskrim Polsek (Cilincing) cek TKP dan memeriksa ketiga saksi

Penulis: | Editor:
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, CILINCING - Nyawa Bakri (32) warga Jalan kalibaru Barat RT 13/04 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara tidak dapat ditolong usai dirawat menjalani perawatan singkat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara pada Minggu (30/7/2017) pagi.

Bakri pun dinyatakan tewas akibat racun yang berasal dari duri ekor ikan pari milik sahabatnya sendiri.

Baca: Belum Seharian, Polsek Cilincing Ungkap Kasus Pembunuhan

Peristiwa naas tersebut diungkapkan Kapolsek Cilincing, Kompol Ali Zusron bermula dari pengembangan kasus atas kematian Bakri usai ditemukan warga tergeletak di kawasan Pelelangan ikan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara pada Minggu (30/7) sekira pukul 05.00 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi, antara lain Ahmad Fajrin (27), Syarif (35) dan Menyeh (30) yang merupakan rekan korban sesama buruh sekaligus tetangga korban yang beralamat di Jalan kalibaru Barat RT 13/04 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, kondisi Bakri masih hidup ketika ditemukan hingga dilarikan ke RSUD Koja.

"Setelah menerima pengaduan atas kejadian tersebut sekitar pukul 05.30 WIB, Tim Opsnal gabungan Polres (Jakarta Utara) dan Reskrim Polsek (Cilincing) cek TKP dan memeriksa ketiga saksi yang menolong korban," ungkapnya kepada wartawan pada Minggu (30/7).

Dalam keterangan para saksi, diketahui kasus berawal dari pesta minuman keras yang digelar para buruh pelelangan ikan, termasuk korban dan kedua pelaku, yakni Sapudi alias Apus (32) warga RT 14/04 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara dan Jahudi alias Jodi (21) adik kandung Sapudi pada sekira pukul 01.00 WIB.

Awalnya, pesta minuman keras jenis angkur itu berlangsung menyenangkan, kedua pelaku, korban bersama-sama pemuda lainnya minum minuman keras hingga pukul 03.00 WIB. Namun, secara tiba-tiba terjadi cekcok mulut antara Bakri dengan Sapudi berkaitan dengan mengungkit-ungkit permasalahan masa lalu yaitu masalah bak ikan dan masalah motor serta pelaku memamerkan kepada korban kalau sekeluarga pernah membunuh orang.

"Selanjutnya terjadi perkelahian tangan kosong antara korban Bakri dengan Sapudi namun kejadian tersebut sempat dilerai oleh kawan-kawannya yang lagi sama-sama minum. Tapi, beberapa menit kemudian adik kandung pelaku datang dan langsung menusuk korban dengan menggunakan ekor ikan pari yang beracun," ungkapnya.

Melihat korban jatuh akibat luka tusuk dan mengalami pendarahan, kemudian korban dilarikan ke RSUD Koja oleh saksi bernama Ahmad Fajrin dengan menggunakan motor jenis Honda PT. Namun sayang, nyawa korban tidak dapat diselamatkan, korban dinyatakan meninggal dunia akibat racun sekitar jam 05.20 WIB.

"Segera setelah mendapatkan info dari beberapa saksi-saksi di TKP, selanjutnya sekitar jam 06.20 WIB salah satu pelaku atas nama Sapudi alias Apud diketahui tempat persembunyiannya dan dapat dilakukan penangkapan saat mencoba kabur menggunakan perahu sampan. Sementara adiknya, Jahudi alias Jodi masih dalam pengejaran," jelasnya.

"Diketahui, pelaku sapudi alias Apud merupakan DPO kasus pembunuhan yg terjadi tahun 2007, saat itu Kasus ditangani Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok," tutupnya menambahkan.

Terkait hal tersebut, pihaknya telah menyita sebuah barang bukti, yakni sebuah buntut atau ekor ikan pari beracun yang sudah diruncingkan dan pakaian korban. Para pelaku pun dijerat Pasal 338 KUHP tentang penganiayaan hingga menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman lebih dari 15 tahun penjara.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved