Kamis, 30 April 2026

80 Porsi Nasi Goreng Sri Hartini Dibayar Rp 1 Juta oleh SBY

Diplomasi nasi goreng, begitu Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut pertemuan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Prabowo Subianto.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kedua kanan) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan), beserta petinggai Partai Demokrat dan Partai Gerindra lainnya, saat mengadakan pertemuan di Kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7/2017) malam. 

WARTA KOTA, BOGOR - ‎Diplomasi nasi goreng, begitu Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut pertemuan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Prabowo Subianto.

Ya, kedua tokoh bangsa itu memulai pertemuan Kamis (27/7/2017) malam dengan menyantap nasi goreng.

Ketua Umum Partai Demokrat dan Ketua Umum Partai Gerindra itu duduk satu meja untuk menikmati satu piring nasi goreng.

Baca: Intel SBY Masih kuat, Tahu Kelemahan Prabowo Nasi Goreng

Di meja berbentuk bulat itu, turut menemani SBY Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan dan Wakil Ketua Umum Syarief Hasan.

Sementara, Prabowo ditemani oleh Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan Wakil Ketua ‎Umum Fadli Zon. Sembari menikmati nasi goreng, SBY dan Prabowo tampak sesekali berbincang santai.

Para pengurus Demokrat dan Gerindra pun terlihat‎ mencermati dialog yang dilakukan oleh SBY dan Prabowo.

Baca: Ovi Sovianti Dijanjikan Dinikahi Tahun Depan

‎SBY sengaja memesan nasi goreng langganannya untuk disajikan kepada Prabowo tadi malam. Dalam pertemuan tersebut, dua buah gerobak nasi goreng sudah standby sebelum dimulainya acara.

Satu di antara dua gerobak nasi goreng tersebut adalah milik Sri Hartini (37). Sri Hartini merupakan penjual nasi goreng yang biasa lewat di depan kediaman SBY.

SBY pun ternyata sudah lama menjadi langganan Sri Hartini, bahkan saat masih menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia itu.

Baca: Kapolri: Pengamanan Perairan Kita Ternyata Sangat Longgar

"(SBY) langganan dari 2009. Dari bapak menjabat sampai sekarang," ujar Hartini.

Hartini mengaku sudah dipesan sebanyak 80 porsi nasi goreng untuk disajikan dalam pertemuan malam ini.

"Nasi goreng tidak dihitung per porsi, tapi borongan. Rp 1 juta dibayar semuanya," ungkap Sri. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved