Wujud Pelaksanaan Empat Pilar di Tengah Masyarakat Indonesia Semakin Relevan

Masyarakat harus bangga menjadi Warga Negara Indonesia yang mempunyai empat pilar dan kekayaan kebudayaan serta suku bangsa.

Wujud Pelaksanaan Empat Pilar di Tengah Masyarakat Indonesia Semakin Relevan
Istimewa
Foto bersama anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Eriko Sotarduga dengan Lurah Kramat dan sejumlah tokoh masyarakat di Aula Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sejumlah kalangan menilai, perwujudan dan pelaksanaan empat pilar di tengah-tengah masyarakat dinilai semakin relevan.

Di antaranya sebagaimana dilakukan kalangan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang berupaya untuk selalu mewujudkan pemahaman empat pilar melalui sejumlah kegiatan sosialisasi empat pilar.

Anggota Fraksi PDIP MPR, Ir Eriko Sotarduga BPS menyatakan, empat pilar terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Upaya untuk melaksanakan empat pilar di antaranya dilakukan dengan kegiatan yang dilakukan anggota MPR untuk menyelenggarakan sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara," katanya di Aula Kelurahan Kramat, Jalan Kramat Pulo Gg 14 No 28, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

Eriko menjelaskan, masyarakat harus bangga menjadi Warga Negara Indonesia yang mempunyai empat pilar dan kekayaan kebudayaan serta suku bangsa.

"Masyarakat banggalah dengan Indonsesia ini, dengan 700 lebih bahasa daerah dengan 17.568 pulau, ditambah kekhasan alam yang hanya ada di Indonesia," katanya.

Beberapa hal bisa disimpulkan dalam kegiatan itu, menurut Eriko, sosialisasi empat pilar yang diselenggarakan oleh semua partai politik (parpol).

"Empat pilar sangat penting untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila yang kita kenal, sekarang ini digali oleh Ir Sukarno, bapak bangsa kita," katanya.

Eriko menyatakan, Pancasila itu terdiri dari lima sila.

"Bila diringkas menjadi Trisila yaitu sosionasionalisme, sosiodemokrasi, dan ketuhanan, dan diringkas lagi menjadi satu, yang disebut ekasila yaitu gotong royong," katanya.

Dengan adanya teknologi komunikasi seperti ponsel atau gawai, kata Eriko, maka orangtua perlu ekstra waktu memperhaikan anak-anaknya.

"Selain itu, untuk kegiatan mewujudkan Empat Pilar kehidupan berbangsa dan bernegara itu bisa dilaksanakan sebagai kegiatan MPR atas jasa mantan Ketua MPR, Taufiq Kiemas, beliau merupakan Bapak Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara sangat kita hargai," katanya.

Eriko Sotarduga menyampaikan terima kasih dan salam untuk warga dari 8 RW di Kelurahan Kramat.

"Terima kasih dan salam disampaikan dengan kegiatan yang diselenggarakan ini," katanya.

Terima kasih itu disampaikan kepada tuan rumah yakni Lurah Kramat, H Suparjo SH, Danramil 03/Senen Dim 0501/Jakarta Pusat Mayor, Inf Ketut Budiono, SAg, ketua LMK, Kepala Babinsa Agus, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Ardi Mardiansah, Sekkel Suyanti, Kasipem Sondang Situmorang.

Acara itu ikut menghadirkan narasumber, Mahmudin.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved