Tahun Ajaran Baru, Ratusan Siswa SMAN 18 Bekasi Belajar Tanpa Meubeler

Kasus siswa belajar tanpa dilengkapi fasilitas kursi dan meja kembali terjadi di Kota Bekasi. Kali ini dialami oleh siswa kelas X di SMAN 18 Arenjaya.

Tahun Ajaran Baru, Ratusan Siswa SMAN 18 Bekasi Belajar Tanpa Meubeler
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ratusan siswa kelas X di SMAN 18 Arenjaya, Kota Bekasi di awal tahun ajaran sekolah baru pada Senin (17/7/2017) lalu terpaksa belajar di lantai tanpa dilengkapi kursi dan meja sebagai pendukung aktivitas belajar. 

Menurut dia, Pemerintah Kota Bekasi telah menanggarkan dana sebanyak Rp 40 miliar yang bisa digunakan untuk membantu pendidikan SMAN/SMKN.

"Di samping itu, kita juga koordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat terkait hal ini. Kalau tidak bisa, yah kami siap bantu dengan dana hibah yang telah disiapkan sekitar Rp 40 miliar," ujar Inayatullah.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menambahkan, dana senilai Rp 40 miliar itu bisa digunakan untuk pembangunan gedung SMAN/SMKN di wilayah setempat.

Apalagi saat ini masih ada siswa empat SMAN dan empat SMKN yang masih menumpang.

Sekolah tersebut adalah SMA 19, SMAN 20, SMAN 4, SMAN 21, SMKN 12, SMKN 13, SMKN 14, SMKN 15

"Kembalikan saja kewenangan pengelolaan SMAN dan SMKN ke Pemerintah Kota Bekasi, kami siap menyediakan sarana prasarana yang memadai," kata Rahmat

Dengan pembangunan sarana prasarana yang memadai, tidak perlu ada lagi siswa SMA/SMK negeri yang menumpang lagi.

Selain itu bila kewenangan dikembalikan, Pemkot Bekasi akan lebih leluasa membangun unit sekolah baru atau ruang kelas baru, daya serap siswa bisa terus ditingkatkan.

"Kita punya anggaran Rp 40 miliar kok untuk membantu pembangunan gedung sekolah," jelas Rahmat.

Pantauan di lapangan, selain tidak kursi dan meja, di kelas juga tidak ada lemari untuk menyimpan buku pelajaran dan alat tulis kelas.

Dari empat kelas yang belum mendapat kursi, hanya kelas IPS 1 yang lantainya telah dialasi karpet warna hijau.

Guna menyesuaikan posisi para siswa, terpaksa papan tulis belum disematkan di dinding.

Oleh guru, papan tulis diletakkan di atas kursi sehingga posisi atau sudut siswa menghadap papan tulis tidak terlalu tinggi.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved