Citizen Journalism
Keselamatan Listrik (Electrical Safety) di Rumah Tinggal
Apa yang harus dilakukan pada saat ada rekan/anggota keluarga kita tersengat listrik? Yang pertama adalah menghilangkan kontak antara sumber listrik
WARTA KOTA, PALMERAH -- Kecelakaan listrik yang menyebabkan kematian di rumah tangga sudah sangat sering terjadi, seperti yang terakhir terjadi di Bekasi yang diberitakan Warta Kota Sabtu 15 Juli 2017 halaman 9.
Menurut berita, korban tewas tersengat listrik saat hendak mencabut steker. Saat tersengat, kerabat korban sempat mencoba menolong namun ikut tersengat listrik.
Kerabat korban berhasil melepaskan diri dan mematikan arus listrik serta mematikan kompor di dapur. Nahas, korban terlanjur kehilangan nyawanya.
Menurut dugaan Kapolsek Tambun Komisaris Bobby, korban tersengat listrik Karena baut stop kontak terlepas.
Baut berbahan besi kemudian mengalirkan listrik ke tangan korban yang sedang mencabut steker tersebut.
Emergency Respon
Apa yang harus dilakukan pada saat ada rekan/anggota keluarga kita tersengat listrik? Yang pertama adalah menghilangkan kontak antara sumber listrik dan korban.
Dalam berita di atas, yang dilakukan oleh kerabat korban itu adalah langkah benar. Ia mematikan arus listrik rumah melalui Mini Circuit Breaker/ MCB.
Namun korban masih terhubung dengan saluran listrik. Kemungkinan masih ada sisa listrik yang mengaliri kabel.
Cara yang lebih tepat adalah tetap tenang, jangan sampai kita menjadi korban tambahan (collateral damage) jika hendak menyelamatkan keluarga kita. Pastikan pada saat kita hendak menolongnya, kita sendiri aman.
Untuk menghindari sengatan listrik yang mengalir dari korban ke kita, pertama-tama, pastikan kita memakai alas kaki atau sendal dan tidak dalam keadaan basah, habis mandi misalnya.
Kedua, memutus kontak langsung antara korban dan sumber listrik. Dalam kasus ini, akan lebih tepat jika tangan korban yang memegang steker dibuka/dilepas, jika perlu dipukul keras dengan tongkat yang memiliki hantaran listrik yang rendah misalnya gagang sapu.
Ketiga, setelah kontak antara sumber listrik dan korban terputus, langsung pindahkan korban menjauh dari sumber listrik tersebut. Langsung hubungi klinik/puskesmas terdekat untuk mendapatkan bantuan medik.
Jika korban menunjukkan gejala gangguan pernapasan/jantung dan kita mampu serta terlatih melakukan CPR, lakukan sembari menunggu bantuan medik tiba.
Pencegahan
Untuk mencegah kejadian terulang lagi, ada 3 (tiga) cara yang bisa dilakukan. Pertama, menggunakan perangkat listrik dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Sudah banyak perangkat listrik seperti kabel, steker/colokan.
Rangkaian colokan yang sudah berstandar SNI dan dijual dengan harga terjangkau. Pastikan juga logo SNI ada baik di kabel maupun stekernya.
Jika Anda menggunakan colokan listrik tambahan (extension cord), periksa di kabel berapa kapasitas maksimum yang bisa ditanggung kabel tersebut. Lalu gunakan maksimum 80% dari kapasitas tersebut.
Contoh jika kabel tersebut bertuliskan 900W (watt), lalu pembaca Anda hendak menyambungkan perangakat televisi dengan kapsitas 250 watt dan kulkas 300 watt, jangan ditambahkan lagi dengan setrika berkapasitas 300 watt.
Kedua, merawat perangkat listrik. Ini yang mungkin belum dibiasakan. Pastikan kabel tidak terkelupas; steker dan colokan listriknya dalam kondisi baik.
Jika ada perangkat dengan mur atau baut yang longgar, langsung dilepaskan dari kontaknya dengan listrik dan dikencangkan.
Ketiga, pada saat menarik colokan/steker pastikan tangan dalam keadaan kering. Mencabut steker juga dengan memegang pada kepala stekernya, bukan menarik dari kabelnya.
Demikian informasi sederhana yang bisa saya bagi. Semoga kejadian kecelakaan listrik di rumah tinggal bisa berkurang di masa depan.
Luki Tantra, Associate Trainer HSE & Softskill, Pengamat K3
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170509diduga-korlseting-listrik-di-mushola-400-jiwa-kehilangan-tempat-tinggal-di-penjaringan2_20170509_125939.jpg)