Koran Warta Kota
Ikuti Pengajian, Awkarin Dikawal Enam Bodyguard Terlatih
Selebgram Awkarin menjadi sorotan setelah Oka Mahendra Putra (24), bekas kekasih yang juga pemilik Takis Management, meninggal pada 18 Juli lalu.
Penulis: Arie Puji Waluyo |
WARTA KOTA, PALMERAH - Selebgram Awkarin menjadi sorotan setelah Oka Mahendra Putra (24), bekas kekasih yang juga pemilik Takis Management, meninggal pada 18 Juli lalu.
Beredar informasi, penyanyi bernama asli Karin Novilda ini dituding menjadi salah satu penyebab Oka memutuskan mengakhiri hidup usai jalinan kisah cinta mereka berakhir.
Awkarin juga memutuskan hengkang dari Takis Management yang selama ini mengurusi jadwal dan tawaran pekerjaan karena honornya tidak dibayar Oka.
Rumor dan tudingan miring tersebut beredar luas di media sosial.
Baca: Awkarin Gelar Doa Bersama di Panti Asuhan untuk Mendiang Mantan Kekasihnya
Karin justru merasa tidak nyaman setelah Oka dimakamkan di kompleks makam San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.
Beberapa hari ini justru muncul ancaman dan teror yang dialamatkan ke dara cantik tersebut.
Baca: Awkarin: Karin Hancur Banget Ka
Pesan-pesan bernada ancaman itu membuat Karin merasa tidak bebas kemanapun untuk beraktifitas.
Ketika mendatangi Panti Asuhan Al Hadits, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (24/7/2017) sore, Karin bahkan sampai menyewa sejumlah orang berbadan tegap untuk mengawal dirinya.
Salah satu bodyguard menjelaskan, dirinya diminta mengawal Karin setelah Oka meninggal.
Setiap hari, jumlah tim pengaman terhadap Karin terus berganti.
Saat mendatangi panti asuhan kemarin misalnya, Karin dikawal ketat enam bodyguard terlatih.
"Biasanya jumlah kami nggak sampai segini," ucap salah satu pengawal.
Para pria berbadan tegap dan berseragam serba hitam itu terus menunggu Karin yang sedang melangsungkan pengajian di depan panti asuhan.
Panti itu berada di dalam gang yang lebarnya sekitar 2 meter.
Sekitar dua jam menunggu, Karin keluar dari panti asuhan.
Saat berjalan menuju mobilnya yang berjarak sekitar 50 meter, Karin terus dijaga sangat ketat.
"Maaf ya, sekarang tidak bisa bicara dulu," ucap Karin yang langsung masuk ke mobil.
Saat itu Karin mengaku kondisi fisik dan psikisnya semakin baik dan sehat.
"Doakan saja tetap baik dan sehat ya," ucap Karin yang kemarin terlihat mengenakan kerudung motif kembang.
Di panti asuhan itu Karin menggelar pengajian memperingati tujuh hari meninggalnya Oka.
Meski begitu, selama pengajian digelar, Karin tidak melibatkan orangtua dan kerabat Oka.
Pengajian berjalan hikmat. Karin bahkan tampak hanyut dalam lantunan ayat suci Al Quran yang dibacakan puluhan anak panti asuhan Al Hadits.
Karin bahkan menangis ketika .... (ari)
Berita selengkapnya baca koran Warta Kota edisi Selasa, 25 Juli 2017
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/awkarin_20170724_193558.jpg)