VIDEO: Belasan Ribu Ekstasi Diungkap, Diduga Beredar di Tempat Hiburan Malam

Kalau untuk shabu harganya antara Rp 1,5 hingga Rp 2 juta per gramnya. Dan untuk pil happy five harganya sekitar Rp 1,5 juta per stripnya

WARTA KOTA, JAKARTA- Polres Metro Jakarta Barat bersama Polsek Tambora berhasil mengagalkan peredaraan belasan ribu pil ekstasi dan narkoba lainnya yang akan diedarkan di Ibukota Jakarta. Diketahui, para pengedar narkoba itu merupakan jaringan lintas provinsi.

Aparat kepolisian berhasil menyita lebih dari 15.915 butir pil dan kapsul ekstasi, 580,36 gram, serta 33.300 butir pi happy five. Selain mengamankan barang bukti, aparat juga menangkap lima orang tersangka, berinisial SY (36), DN (30), AR (28), BG (25), dan AR (29).

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Roycke Harrie Langie mengatakan para tersangka ditangkap di tiga lokasi yang berbeda. Pengungkapan kasus ini bermula dari ditangkapnya seorang pria berinisial SY (36) di sebuah kamar kos di Tanjung Duren, Jakarta Barat yang kedapatan menyimpan sebanyak 10.405 pil ekstasi  pada Rabu (12/7) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Dari penangkapan analisis data dan pengembangan yang dilakukan, polisi menangkap tiga pelaku lainnya berinisial AR (28), DN (30) dan BG (25) di hari yang sama di perumahan Green Court, Cengkareng, Jakarta Barat," ucap Kombes Pol Roycke Harry Langie, Senin (24/7).

Dari tangan tiga pelaku polisi mengamankan enam paket narkotika jenis shabu seberat 488 gram, 3.945 butir ekstasi tanpa logo berwarna ungu, 33.000 butir (3.300 strip) happy five merek AAA5000, sebuah timbangan elektrik, sebuah mesin pres plastik dan sebuah ponsel.

Pengungkapan kasus ini berlanjut pada Kamis (20/7). Sekitar pukul 19.00 WIB polisi mengamankan seorang laki-laki berinisial AR di sebuah rumah yang beralamat di jalan Pesing Bendungan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Dari tangan pelaku polisi mengamankan sejumlah paket shabu dan pil ekstasi yang disimpan dalam sebuah koper pakaian," kata dia.

Ribuan narkotika dalam berbagai jenis yang telah diamankan tersebut memiliki harga yang tak murah. "Kalau untuk shabu harganya antara Rp 1,5 hingga Rp 2 juta per gramnya. Dan untuk pil happy five harganya sekitar Rp 1,5 juta per stripnya," ujarnya.

# Kapsul Ekstasi

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto mengatakan meski telah menangkap lima orang tersangka dan puluhan ribu pil narkoba, namun pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Beberapa orang DPO tengah diburu oleh pihaknya dalam menutup kasus ini tuntas. 

Termasuk soal mengindikasi beredar ke tempat hiburan malam. Suhermanto mengaku masih melakukan penyidikan terhadap kasus itu, serta menelusuri penggunaan kapsul ekstasi. Suhermanto menganalisi penggunaan ini dilakukan untuk mengelabuhi petugas. 

Sebab, kata Suhermanto, melalui kapsul, maka para pelaku bisa memanipulasi barang ketika bertemu petugas. Saat ini, indikasi tentang kapsul itu masih dilakukan penyidikan dalam laboratorium narkoba. 

"Kita belum tau dosisnya bagaimana, apakah lebih kencang atau tidak. Nanti kita telusuri semuanya. Hasilnya, mungkin akan kita paparkan nanti," terang Suhermanto, sembari mengatakan pelaku sempat mengatakan kapsul ini merupakan obat tradisional. 

Dari rangkaian kasus itu, polisi mengklaim pihaknya berhasil menyelamatkan 51.535 jiwa. Sementara terhadap lima pelaku terancam hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup lantaran didakwa melanggar pasal 114 ayat 2 Sub Pasal 112 ayat 2 Undang undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 60 Sub 62 nomor 5 tahun 1997 tentang Narkoba.(bin)

Penulis:
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved