Panglima TNI Desak Kementerian Pertahanan Beli Sukhoi-35 dan Kapal Selam Kelas Kilo

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta Kementerian Pertahanan memberi perhatian kepada alutsista TNI Angkatan Udara.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/WAHYU AJI
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama prajurit Kopassus di Gedung Balai Komando, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (11/1/2017). 

WARTA KOTA, CILANGKAP - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta Kementerian Pertahanan memberi perhatian kepada alat utama sistem pertahanan (Alutsista) TNI Angkatan Udara.

Hal itu disampaikan saat Megawati Soekarnoputri dan rombongan hadir dalam pembekalan calon perwira TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/7/2017).

Hadir pula saat itu anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon dan Andreas Hugo Pereira.

Baca: Wynne Prakusya: Christopher Rungkat Berhak Menolak Main di SEA Games Jika Tak Didanai Pemerintah

Kehadiran kedua anggota Komisi I DPR itu dimanfaatkan Gatot Nurmantyo untuk mendesak pemerintah dalam hal ini Kemenhan, untuk memperhatikan Alutsista TNI AU.

"Saya ingin sampaikan langsung kepada Presiden dan pemerintah, dalam hal ini Kemenhan, bahwa kondisi alutsista TNI AU saat ini paling parah sepanjang masa. Pesawat tempur F5E sudah tidak berjalan sejak 1,5 tahun lalu, pesan Sukhoi juga tidak jadi-jadi," tuturnya.

"Saya harap melalui Komisi I bisa menekan Kemenhan untuk segera membeli Sukhoi-35 bagi TNI AU dan Kapal Selam Kelas Kilo untuk TNI AL," pintanya.

Baca: Penyerang Mapolda Sumut Juga Survei Markas TNI

Bagi Gatot, alutsista TNI AU harus mulai memperkuat diri menghadapi konfrontasi dari negara lain, terutama Vietnam.

"Vietnam saat ini mulai berani dengan kita, karena merasa memiliki armada yang kuat. Mereka punya kapal selam kelas kilo sedangkan kita tidak," cetusnya.

Megawati memberi pembekalan di depan 437 siswa taruna TNI jelang pelantikan di Istana Negara tanggal 25 Juli 2017 mendatang.

Megawati juga didampingi Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono, dan lain-lain. (Rizal Bomantama)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved