DPRD DKI: Idealnya Tenaga Ahli Separuh Jumlah Anggota Dewan

Keberadaan tenaga ahli dibutuhkan agar kerja dewan dapat di-back up oleh tim expert, baik terkait riset maupun kajian.

DPRD DKI: Idealnya Tenaga Ahli Separuh Jumlah Anggota Dewan
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Penyelenggaraan rapat paripurna di DPRD DKI Jakarta. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta amat membutuhkan tim pendukung dalam bentuk tenaga ahli, yang bertugas di alat kelengkapan dewan dan fraksi.

Keberadaan tenaga ahli dibutuhkan agar kerja dewan dapat di-back up oleh tim expert, baik terkait riset maupun kajian.

"Alhasil, saat menyusun peraturan daerah dan anggaran, dewan dapat melakukan pengawasan jauh lebih dalam dan komprehensif," kata Triwisaksana, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Baca: Kenaikan Gaji DPRD DKI Dinilai Tak Tepat

Menurut Triwisaksana, idealnya tenaga ahli yang bertugas di alat kelengkapan DPRD DKI Jakarta, yakni badan dan komisi, berjumlah separuh dari jumlah anggota.

"Misalkan, Badan Anggaran berjumlah 46 anggota dewan, maka jumlah tenaga ahli yang bertugas sebanyak 23 orang. Satu tenaga ahli untuk membantu dua wakil rakyat," tutur Triwisaksana

Triwisaksana optimistis, jika kebutuhan tenaga ahli terpenuhi, kinerja DPRD DKI Jakarta semakin lebih baik.

Baca: Tunjangan Anggota DPRD DKI Bakal Naik Jadi Rp 12 Juta per Bulan

"DPRD DKI Jakarta menjadi lembaga pengawasan yang kuat," paparnya.

Sebelumnya, sembilan fraksi DPRD DKI Jakarta mengajukan kebutuhan tenaga ahli guna menunjang kegiatan dewan.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved