Hukuman Ratu Atut Chosiyah Terlalu Murah

Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Hukuman Ratu Atut Chosiyah Terlalu Murah
Warta Kota/henry lopulalan
Ratu Atut Chosiyah 

WARTA KOTA, TANGERANG - Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (20/7/2017) kemarin.

Ia juga diwajibkan membayar denda Rp 250 juta subsider tiga bulan kurungan. Banyak kalangan masyarakat yang kecewa terhadap vonis tersebut. Bahkan, hal ini dianggap sebagai kemunduran dalam pemberantasan praktik korupsi.

"Hukumannya terlalu murah. Korupsi ini kejahatan yang luar biasa," ujar Zaki Mubarok, dosen FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, kepada Warta Kota, Jumat (21/7/2017).

Baca: Kata Jusuf Kalla, Proposal Perpindahan Ibu Kota Masuk Tahun Ini

Menurut Zaki, biasanya para kepala daerah yang terlibat kasus korupsi dijerat hukuman berat. Berbanding terbalik dengan yang diterima Atut.

"Jelas banyak masyarakat yang kecewa. Di berbagai medsos banyak yang marah dengan vonis ini. Ini pukulan pahit bagi kita," ucapnya.

Zaki menyatakan, mantan orang nomor satu di Banten itu semestinya mendapat hukuman yang seberat-beratnya, bukan diberikan vonis yang ringan seperti ini.

Baca: Dianggap Pembodohan Publik, LSM Ini Siap Laporkan Kasus Bayi Ajaib ke Polisi

"Tuntutannya saja hukuman delapan tahun penjara dinilai masih belum cukup. Ini malah mendapatkan vonis 5,5 tahun. Jelas ini kemunduran," kata Zaki.

Rusak Sistem

Halaman
123
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved