Wakil Presiden Resmikan Pembangunan Proyek Penyediaan Air Minum Umbulan

Instalasi pengolahan air minum ini telah dirintis selama 40 tahun dan baru berhasil dieksekusi pada tahun ketiga pemerintahan Jokowi-JK.

Wakil Presiden Resmikan Pembangunan Proyek Penyediaan Air Minum Umbulan
Tribunnews.com
Ilustrasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) 

WARTA KOTA, JAKARTA- Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (20/7/2017). Proyek senilai Rp 2,05 triliun ini dibangun dengan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha.
Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan proses ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pertengahan 2019. SPAM Umbulan direncanakan mampu memproduksi air minum sebanyak 4000 liter per detik dengan air baku berasal dari Mata Air Umbulan.

"Air hasil olahan dari Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, ini akan disalurkan melalui pipa transmisi air bersih sepanjang 93 km. Air minum tersebut akan dikelola Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Pemprov Jawa Timur untuk kemudian disalurkan ke 5 PDAM kabupaten dan kota," ujar Darmin.
Menurutnya, setelah pelaksanaan konstruksi selesai, maka hal yang tidak kalah penting bagi proyek ini adalah pengelolaan proyek agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, dukungan dan komitmen berbagai pemangkukepentingan tetap diperlukan, tidak hanya selama masa konstruksi tetapi juga selama masa operasi untuk tercapainyapenyediaan air minum bagi masyarakat Jawa Timur.

SPAM Umbulan merupakan Proyek Strategis Nasional sekaligus Proyek Prioritas pemerintah. Instalasi pengolahan air minum ini telah dirintis selama 40 tahun dan baru berhasil dieksekusi pada tahun ketiga pemerintahan Jokowi-JK.
Darmin menyebut, pembangunan SPAM Umbulan terwujud karena koordinasi dan kerja keras antara pemerintah, BUMN dan Swasta. Keterlibatan badan usaha menjadi pemecah kebuntuan keterbatasan pemerintah dalam membiayai proyek infrastruktur.
"Keterbatasan APBN tidak menghalangi Pemerintah mengupayakan percepatan pembangunan infrastruktur. Pemerintah mendukung penuh keterlibatan badan usaha swasta dalam pembangunan infrastruktur melalui skema KPBU," kata Darmin di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (20/7).

Dalam implementasinya, proyek ini mendapatkansejumlah dukungan dari Pemerintah untuk mendorong percepatan pembangunan proyek infrastruktur dengan skema KPBU dalam bentuk Dukungan Kelayakan (VGF) sebesar Rp818 Miliar oleh Kementerian Keuangan yang bertujuan untukmeningkatkan kelayakan finansial sehingga diperoleh tarif yang dapat dijangkau oleh masyarakat, Dukungan Fasilitas Penyiapan Proyek (Project Development Facility/ PDF) dari Kementerian Keuangan yang dilaksanakan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) /PT SMI untuk membantu Pemerintah Provinsi Jatim dalam menyiapkan dan melaksanakan transaksi proyek SPAM Umbulan, dan Penjaminan Pemerintah melalui PT Penjaminan Infrastruktu rIndonesia (BUMN) PT PII.

Dikatakannya, untuk memenuhi besaran tarif air minum SPAM Umbulan yang terjangkau bagi masyarakat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Peningkatan Penyelenggaraan SPAM (BPPSPAM) sejak awal telah terlibat dalam pendampingan dan penyusunan perencanaan diantaranya feasibility study, Detail Engineering Design (DED), business plan hingga perjanjian jual beli air antara PDAB dengan PDAM.

"Dukungan konstruksi juga dilakukan Kementerian PUPR melalui pembangunan pipa dari titik offtake sampai kedistribusi utama, pembangunan instalasi pengolahan air dariKali Rejoso dengan kapasitas 300 liter per detik, ijin penempatan pipa pada jalan tol yang dilalui antara lain ruasjalan tol Pasuruan-Gempol, Gempol-Pandaan, Surabaya-Gempol, Surabaya-Mojokerto dan Surabaya-Gresik dan pengurangan biaya sewa lahan di jalan tol," jelasnya.
Disamping itu, tahun 2017 ini Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya akan membangun SPAM di 2 kecamatan di Jawa Timursebesar Rp 40 Miliar, SPAM Kota Surabaya sebesar Rp 21 Miliar, dan SPAM di 12 kecamatan rawan air di Kabupaten Pasuruan.
Sedangkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dalam merealisasikan proyek ini telah melakukan pengadaan lahan di wilayahSumber Umbulan seluas sekitar 7 hektar untuk lahan produksi serta relokasi kolam renang. Sedangkan lahan-lahan yang dibutuhkan untuk jalur transmisi akan segera dilakukanpengadaan lahannya sesuai dengan kebutuhan.

Pemprov Jatim juga telah menyusun rencana mitigasi risiko bersama PT PII yang dilaksanakan mulai tahun 2017. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga lingkungan agar kelangsungan sumber mata air Umbulan baik kualitas maupun kuantitasnya terjaga selamanya, serta memitigasi resiko atas pembangunan proyekini.
Beberapa komitmen yang harus dipenuhi oleh PemerintahProvinsi Jawa Timur yaitu diantaranya melakukan pendistribusian air curah kepada PDAM penerima air minum curah melalui PDAB Jawa Timur dengan total pendistribusian sebesar 3.920 liter/detik.

Sedangkan komitmen yang harus dipenuhi Pemerintah Kabupaten/Kota penerima air curah adalah melakukan pendistribusian air minum curah yang dialirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui PDAB Jawa Timur kepada masyarakat melalui jaringan distribusi di masing-masing wilayahpelayanan PDAM dengan kapasitas yang telah disepakati.

“Merupakan kehormatan bagi PT Indonesia Infrastructure Finance ("IIF") untuk dapat memimpin penyediaan pendanaan proyek SPAM Umbulan yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional terkait penyediaan kebutuhan air minum bagi 1,3 juta jiwa, sehingga proyek ini dapat berjalan,” kata Presiden Direktur IIF Arisudono Soerono. Proyek SPAM Umbulan merupakan pemanfaatan mata air yang akan menyediakan akses air bersih bagi masyarakat sekitar dan akan menghantarkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak.

Lebih lanjut Arisudono Soerono mengatakan, pengolahan air minum merupakan satu dari delapan sektor infrastruktur yang menjadi fokus pembiayaan IIF sebagaimana mandat yang diberikan oleh pemerintah, selain transportasi, jalan, pengairan, air limbah, telekomunikasi dan informatika, ketenagalistrikan, dan migas.

Arisudono menambahkan bahwa kesepakatan inimerupakan proyek KPBU water sector ke-1 di Indonesia yang mencapai financial close. Hal ini kembali membuktikanbahwa proyek infrastruktur dengan menggunakan skemaKPBU semakin diminati dan dapat diterima oleh pihak swastadan tentunya dapat mengurangi beban Pemerintah.

Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini menyatakan, “Merupakan suatu kehormatan bagi PT SMI dapat terlibat di proyek ini melalui penugasan Kementerian Keuangan RI dalam mendukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempersiapkan proyek KPBU SPAM Umbulan. Proyek ini telah diinisiasi sejak 43 tahun yang lalu dan berkat dukungan serta sinergi kuat para Pemangku Kepentingan, akhirnya menjadikan proyek KPBU SPAM Umbulan sebagai proyek yang feasible, bankable, fiscally acceptable, dan memiliki kesesuaian dengan peraturan perundangan berlaku. Lebih jauh lagi, PT SMI telah berkomitmen untuk turut serta menjadi anggota sindikasi pembiayaan menjadikan proyek dapat mencapai financial close pada Desember 2016”.

Direktur Utama PT PII Sinthya Roesly di acara Ground Breaking SPAM Umbulan juga menyatakan bahwa seremonial Ground Breaking SPAM Umbulan ini merupakan titik awal dimulainya konstruksi proyek penyediaan air minum yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan juga sebagai wujud percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Proyek ini merupakan proyek daerah pertama yang pembiayaannya dilakukan oleh pihak swasta dengan PT PII sebagai single window policy penyediaan penjaminan pemerintah yang telah memberikan penjaminan sekaligus panduan kepada Pemerintah Daerah untuk bekerjasama dengan pihak swasta.

Sebagai informasi, proyek ini bertujuan untuk melayani1,3 juta masyarakat di 5 wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan KabupatenGresik. Proyek SPAM Umbulan ini juga dikategorikan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantumdalam Peraturan Presiden No 3 Tahun 2016 tentangPercepatan Pelaksanaan Proyek Strategis

Penulis: Ahmad Sabran
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved