Minggu, 12 April 2026

Kata Luhut Panjaitan, Banyak Sarjana Indonesia Lulusan Universitas Ruko

Warga negara yang sudah masuk dalam usia kerja, lanjut Luhut, sudah seharusnya memiliki pendidikan tinggi sebelum bekerja.

istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, KEBON SIRIH - Sumber daya manusia di Indonesia yang memiliki pendidikan tinggi, jumlahnya masih sangat kecil dibanding tenaga kerja yang berpendidikan menengah atas.

Hal itu diungkapkan Menteri Kooordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dalam pemaparannya di Kongres Teknologi Nasional, di Gedung Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (17/7/2017).

Itu pun, kata dia, masih dipertanyakan almamater perkuliahan dari sarjana-sarjana tersebut. Tidak jarang, kata dia, banyak sarjana dari universitas 'ruko' di berbagai daerah.

Baca: Istana Bantah Gaji Jokowi Nyaris Rp 1,7 Miliar per Tahun

"Hanya lima persen Indonesia punya sarjana, itu juga masih dipertanyakan. Mereka lulusan universitas beneran apa yang ada di universitas 'ruko'? Ini juga jadi kendala kita," tuturnya.

"Saya lihat itu di televisi. Ditanya kapan sidangnya, dia enggak tahu. Ditanya pelajaran apa yang disuka, enggak tahu juga. Ini kan masalah jadinya," sambung Luhut.

Warga negara yang sudah masuk dalam usia kerja, lanjut Luhut, sudah seharusnya memiliki pendidikan tinggi sebelum bekerja, sehingga terdapat daya saing dan dapat mengembangkan ide kreatifnya dalam dunia kerja.

Dengan begitu, kata Luhut, bukan tidak mungkin dalam beberapa waktu ke depan, Indonesia dapat menjadi negara maju nomor lima di dunia, sebagaimana yang dicita-citakan oleh bangsa. (Amriyono Prakoso)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved