Penganiayaan Hermansyah

Buni Yani: Kasus Hermansyah Kasus Umat

Menurut Buni Yani, Hermansyah harus dibela dan dalang dari pembacokan itu harus ditemukan, jika memang ada dalangnya.

TRIBUN JABAR/REZEQI HARDAM SAPUTRO
Buni Yani saat melakukan orasi usai sidang keduanya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (20/6/2017). 

WARTA KOTA, SENEN - Buni Yani, terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE, menjenguk Hermansyah, ahli IT yang dianiaya, ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7/2017).

Dalam kunjungan itu, Buni Yani mengaku belum diperbolehkan bertemu Hermansyah, karena kondisinya yang belum memungkinkan untuk ditemui dan diajak bicara.

Buni Yani menyatakan bahwa kasus Hermansyah adalah kasus umat dan masyarakat pada umumnya. Salah satu alasannya,  karena ia bertemu rombongan ibu-ibu yang membawa sumbangan dari masyarakat yang juga ingin menjenguk Hermansyah.

Baca: Patrialis Akbar Mengaku Sempat Diancam Penyidik KPK Saat Diciduk di Mal

"Tadi saya di atas bertemu dengan komunitas ibu-ibu lain. Ada yang sudah membawa sumbangan dari jamaah. Dan ini kasusnya Mas Hermansyah itu adalah kasus umat. Kasus rakyat pada umumnya yang ingin mendapatkan keadilan," tuturnya.

Menurut Buni Yani, Hermansyah harus dibela dan dalang dari pembacokan itu harus ditemukan, jika memang ada dalangnya.

"Ini kan menjadi perhatian kita semua. Dan ini kan harus dibela sampai mana pun. Dan harus ditemukan siapa dalang di balik ini. Kalau ada dalangnya. Itu yang paling penting," ujar Buni.

Baca: Sebut Jusuf Kalla Dalangi Pembakaran Gereja, HMI Polisikan Pemilik Akun Facebook Ini

Buni Yani juga mengaku bertemu dengan ibu dan adik perempuan Hermansyah. Ketika bertemu dengan ibu Hermansyah, Buni teringat dengan ibunya yang ada di Lombok.

"Beliau saya lihat masih berduka. Agak sedikit terkejut. Shock begitu ya. Kalau saya lihat drop, teringat raut ibu saya sendiri di Lombok ya. Karena sedih pasti. Ibu saya, saya jadi tersangka, jadi terdakwa saja sangat sedih ya," papar Buni. (Gita Irawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved