Bercita-cita Jadi Fotografer, Pemuda Disabilitas Berharap Ada Dermawan Membelikannya Kamera SLR

Hariyan Tuah Miko (19) merupakan salah satu penyandang disabilitas yang mengikuti lomba Bhayangkara Run 2017.

Bercita-cita Jadi Fotografer, Pemuda Disabilitas Berharap Ada Dermawan Membelikannya Kamera SLR
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Hariyan Tuah Miko (19), peserta disabilitas yang mengikuti lomba lari berjarak 5 kilometer di event Bhayangkaran Run 2017, Minggu (16/7/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR - Hariyan Tuah Miko (19) merupakan salah satu penyandang disabilitas yang mengikuti lomba Bhayangkara Run 2017.

Pria yang akrab dipanggil Miko ini rela menjejakkan kakinya di Jakarta, demi meraih mimpi menjadi fotografer profesional.

"Saya asalnya dari Aceh. Ke Jakarta karena ingin mencari pengalaman lebih dari yang saya dapatkan di daerah. Saya juga ingin berkembang dan membuktikan kalau saya bisa dengan keterbatasan saya," ungkap Miko di Silang Monas, saat berpartisipasi dalam Bhayangkara Run 2017, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (16/7/2017).

Baca: 10 Ribu Polisi dan Masyarakat Ikuti Bhayangkara Run, Hadiahnya Apartemen Hingga Paket Umrah

Ia mengaku sudah lebih dari enam bulan meninggalkan kampung halamannya. Selama berada di Jakarta, Miko tinggal di Yayasan Wisma Chesire yang terletak di Cilandak, Jakarta Selatan.

Biaya hidupnya ditanggung oleh pihak yayasan. Mereka juga menyediakan sejumlah sukarelawan yang mengajarkan pengetahuan di berbagai bidang kepada penyandang disabilitas, meski hanya bisa datang mengajar sebanyak seminggu sekali.

"Ada yang ngajarin fotografi, seorang volunteer, tapi dia ngajarnya seminggu sekali saja karena sibuk," ujarnya.

Baca: Penyandang Disabilitas Asal Aceh Ini Sanggup Berlari 5 Kilometer

Meski begitu, ketertarikannya di dunia fotografi terus didalaminya dengan cara otodidak. Pria tamatan SMA pada 2016 lalu ini menyukai memotret pemandangan alam di sekitar Jakarta.

"Awalnya suka foto-foto saja, setelah saya melihat pemandangan yang ada di daerah-daerah, membuat saya lebih tertarik lagi," kata Miko.

Ia mengharapkan adanya bantuan dari berbagai pihak untuk bisa membelikan kamera SLR yang diimpikannya. Selama ini, praktik lebih banyak dilakukan olehnya menggunakan kamera ponsel.

"Ya mudah-mudahan saja ada yang bersedia (membelikan)," selorohnya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved