Menkominfo Minta Telegram Buat SOP Tangani Radikalisme

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta Telegram membuat SOP penanganan konten-konten radikalisme.

Menkominfo Minta Telegram Buat SOP Tangani Radikalisme
TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Menkominfo Rudiantara saat menghadiri sosialisasi dan deklarasi Masyarakat Indonesia Anti Hoax, di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta Telegram membuat SOP (Standart Operating Prosedure) penanganan konten-konten radikalisme.

"Yang kami minta kepada Telegram adalah membuat SOP itu untuk melakukan self filtering terhadap konten-konten radikalisme," ujar dia di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat malam.

SOP adalah perangkat instruksi yang memiliki kekuatan sebagai petunjuk atau pedoman yang mencakup hal-hal operasinoal yang memiliki prosedur terstandardisasi, tanpa kehilangan efektivitasnya.

Menurut dia, hal tersebut menjadi salah satu syarat untuk membatalkan pemblokiran 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram oleh Internet Service Provider (ISP), yang dilakukan berdasarkan permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Adapun ke-11 DNS yang diblokir adalah t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web (tidak bisa diakses melalui komputer). "Kami sebelumnya sudah mengupayakan komunikasi," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa alasan pemblokiran 11 DNS milik Telegram dilakukan, karena banyak konten-kontennya yang berkaitan dengan radikalisme, dan mengarahkan kepada terorisme.

"Antara lain seperti bagaimana membuat bom atau bagaimana melakukan penyerangan. Tentunya ini bisa mempengaruhi masyarakat di Indonesia, makanya kita blokir," turunya.

Editor:
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved