Breaking News:

Penganiayaan Hermansyah

Duduk Semeja Bareng Pengeroyok Hermansyah, Ini Penjelasan Kapolda Metro Jaya

Iriawan menerangkan, duduk santai bersama tersangka merupakan cara polisi mengungkap sebuah kasus.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan duduk bersama pengeroyok Hermansyah, Edwin Hitipeuw (37) dan Lauren Paliama (31). Iriawan didampingi Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo dan Kapolres Kota Depok Komisaris Besar Herry Heryawan. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengklarifikasi foto yang menjadi viral, di mana dia duduk bersama pengeroyok pakar telematika dari Institut Teknologi Bandung, Hermansyah.

Pada foto yang tersebar, Iriawan tengah duduk bersama dua pengeroyok Hermansyah, Edwin Hitipeuw (37) dan Lauren Paliama (31).

Iriawan didampingi Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo dan Kapolres Kota Depok Komisaris Besar Herry Heryawan.

Iriawan menerangkan, duduk santai bersama tersangka merupakan cara polisi mengungkap sebuah kasus.

Polisi menyentuh sisi psikologis pelaku agar mau bercerita secara gamblang, untuk mengungkap pelaku lainnya yang turut serta dalam pengeroyokan.

Baca: Kapolda Duduk Semeja dengan Penganiaya Hermansyah, Kuasa Hukum Protes

"Jadi, kami sentuh psikologisnya agar dia bicara (keberadaan pelaku lainnya), sehingga tinggal kami ambil saja (pelaku lainnya)," jelas Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017).

Saat duduk bersama Edwin dan Lauren, Iriawan menanyakan langsung kepada pelaku tentang motif penyerangan tersebut, apakah penyerangan itu dilakukan atas perintah orang lain atau tidak.

Teknik penyidik membuat pelaku merasa nyaman saat diperiksa, ucap Iriawan, pernah dilakukan saat memeriksa terpidana bom bali 2002, Ali Imron.

Baca: Pembangunan Rusun Penjaringan Bukan Mangkrak, Cuma Lagi Libur Lebaran

Iriawan pun tak mempermasalahkan adanya pihak yang menuduh dan menindas polisi, karena fotonya duduk bersama pengeroyok Hermansyah.

"Dahulu, waktu Ali Imron diperiksa, tak diborgol malah. Itu pun tak masalah karena teknis ya. Semakin polisi di-bully, kami tak masalah. Karena itu semakin berkah buat kami," ucapnya. (Dennis Destryawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved