Gebyar Pernikahan Indonesia Ketujuh Targetkan Transaksi Rp 40 Miliar
Parakrama Organizer kembali menghadirkan pameran pernikahan tradisional terbesar di Indonesia melalui Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) 2017.
Penulis: |
WARTA KOTA, SETIABUDI - Parakrama Organizer kembali menghadirkan pameran pernikahan tradisional terbesar di Indonesia melalui Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) 2017. Pameran itu ditargetkan mampu menggaet minimal 13 ribu pengunjung dengan transaksi Rp40 miliar.
Gebyar Pernikahan Indonesia mulai digelar sejak 2014. Pameran yang akan digelar 21-23 Juli 2017 di Kartika Expo-Balai Kartini, Jakarta ini adalah event ketujuh kalinya, karena tiap tahun digelar dua kali, yaitu tiap Januari dan Juli.
"Even kali ini akan hadir 130 vendor, rata-rata dari Jakarta, kecuali vendor dari Bali yang diundang khusus. Ada 6-7 vendor, mereka akan membuka stand, memberikan konsultasi tentang honey moon, baik di Ubud maupun dari Seminyak," ungkap Direktur Parakrama, Arief Rachman di Balai Kartini, Kamis (13/7/2017).
Menurut Arief Rachman, animo calon pengantin di Indonesia yang merencanakan untuk melangsungkan pernikahan menggunakan adat tradisional masih cukup tinggi.
Hal ini dapat dilihat dari jumlah pengunjung yang hadir dan memadati pameran GPI.
Dari tahun ke tahun, jumlah pengunjung umumnya mengalami peningkatan antara 15-20 persen. Januari 2017 lalu, dari target transaksi Rp 32 miliar ternyata capaian transaksinya mencapai Rp 40 miliar.
"Kegiatan ketujuh kalinya ini, dari target Rp40 miliar, mudah-mudahan realisasinya bisa lebih dari itu," harap Arief Rachman.
Arief optimis bisa mencapai target transaksi Rp 40 miliar.
Penyelenggara melakukan identifikasi transaksi itu melalui cara tukar kupon.
"Misalnya, pengunjung transaksi di Stand Dekorasi, kuitansinya dibawa ke penyelenggara untuk ditukar kupon agar bisa mengikuti undian. Dari situ kami tahu nilai transaksinya," beber Arief.
Bahkan beberapa pengunjung ada yang tidak menukar kupon. Artinya transaksinya bisa lebih dari nilai yang tercatat oleh panitia, namun tidak tercatat.
Transaksi Rp40 miliar itu diperkirakan akan datang dari bisnis katering. Sebab harga katering rata-rata antara 40-50 persen dari budget pernikahan.
Untuk kategori katering itu, penyelenggara mendorong agar vendor memberikan harga khusus.
"Kami bisa buktikan bahwa harga yang mereka tawarkan berbeda dengan harga transaksi di hari biasa. Diskonnya antara 15-20 persen, namun ada juga yang memberikan promo bonus," lanjut Arief.
Selain katering, prosentase transaksi besar berikutnya berasal dari bisnis dekorasi, kemudian busana dan rias, terutama busana yang beli, bukan sewa.
Pameran itu akan menampilkan stand yang terbagi dalam kategori katering, fotografi, jewelry, souvenir, honeymoon, busana, rias, dan kartu undangan.
Melalui pameran ini masyarakat bisa lebih mengerti apa trend yang akan datang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/gpi_20170713_175020.jpg)