Breaking News:

Sidang Amdal Pulau G Dimulai Lagi, Walhi Menolak Hadir

Walhi menilai rencana pembangunan di Pulau G cacat hukum dan tidak dapat diteruskan.

KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA
Reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta, Jakarta Utara. 

Proyek Reklamasi Pulau G, kata Puput, terkesan tidak ada aspek mempertimbangkan lingkungan dan HAM. Termasuk, tidak mempertimbangkan keberadaan nelayan yang terancam ruang hidup dan wilayah Kelolanya.

Baca: Slank Ingin Punya Pulau untuk Panti Rehabilitasi Korban Narkoba

Menurut Puput, hilangnya Teluk jakarta akibat pembuatan pulau reklamasi, akan mengusir nelayan secara halus.

Pulau reklamasi yang dibangun kemudian hari akan menjadi kawasan mewah, hingga akhirnya warga sekitar harus kembali tergusur dengan alasan kepentingan umum.

Walhi Jakarta menduga pemaksaan melanjutkan pembangunan reklamasi Pulau G sarat dengan agenda politik transaksional, dan merupakan satu rangkaian proyek pesanan dari berbagai kepentingan pengembang tanpa memedulikan dampaknya.

Baca: Tahun Ini Gedung Pelelangan Pasar Ikan Direstorasi

Puput mengingatkan janji kampanye gubernur terpilih soal menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta, dan tidak akan melanjutkan reklamasi kembali.

"Janji tolak reklamasi ini harus Anies-Sandi penuhi," ujar Puput.

Puput juga mengingatkan tim sinkronisasi Anies-Sandi agar lebih jeli dan ketat mengawal agenda tolak reklamasi

"Kami juga mengiimbau kepada tim kerja Anies-Sandi agar tidak genit dan main-main dalam membuat pernyataan-pernyatan terkait reklamasi Teluk jakarta," ucap Puput. (*)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved