Breaking News:

Begini Cara Arti Melakukan Order Fiktif yang Merugikan Dafi Hingga Jutaan Rupiah

Petugas Penanganan Sarana dan prasarana Umum DKI Ahmad Maulana alias Dafi menjelaskan cara Arti melakukan order fiktif yang ditujukan kepadanya.

Rangga Baskoro
Kondisi rumah (cat biru muda) Sugiarti alias Arti di kawasan Kayu Manis, Jakarta Timur, Minggu (9/7/2017). 

WARTA KOTA, TANAH ABANG - Seorang Petugas Penanganan Sarana dan prasarana Umum (PPSU) DKI Jakarta Ahmad Maulana alias Dafi menjelaskan cara Arti melakukan order fiktif yang ditujukan kepadanya.

"Jadi pas saya bilang mau putus, dia (Arti) gak terima, terus dia pinjam KTP saya, difoto. Lalu dia bikin akun baru pakai alamat email dia, tapi data diri akunnya atas nama saya, pakai alamat saya juga," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa sosok perempuan yang melakukan hal tersebut merupakan orang yang sama seperti yang mengirimkan order fiktif kepada Julianto.

"Iya sama orangnya," singkat Dafi.

Baca: Polisi Belum Pastikan Pembacokan Pakar IT ITB, Terkait Chat Mesum Rizieq Shihab atau Tidak

Dafi menghitung dirinya menerima terror order fiktif sebanyak 25 kali. Dirinya kerap menolak kiriman tersebut lantaran ia merasa tidak memesannya. Sampai suatu waktu, pengemudi ojeg online memarahinya.

"Saya hitung yang sampai ke saya ada 25 kali. Saya tolak, yang saya bayar ada 3 kali. Salah satu nominalnya ada yang Rp 500.000. Saya terpaksa bayar karena pengemudinya marah-marah. Dia bilang, 'gak mau tahu, saya gak ada uang lagi'. Saya kasihan juga sama abangnya. Yaudah saya bayar," ujarnya.

Ia menyatakan saat ini sudah tak lagi menerima pesanan order fiktif tersebut. Dafi terakhir kali menerima pesanan makanan setelah Lebaran kemarin.

"Alhamdulillah, sekarang sudah gak dikirimin lagi, terakhir kali habis lebaran," ungkap Dafi. (Rangga Baskoro)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved