Polisi Diteror

Jenazah Penusuk Dua Anggota Brimob Dimakamkan di Bukittinggi

Usai dipastikan melalui tes DNA, akhirnya jenazah penusuk dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, Mulyadi, diserahkan ke pihak keluarga.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
istimewa
Pelaku yang menikam dua anggota Brimob usai melaksanakan Salat Isya di Masjid Falatehan, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2017) malam. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Usai dipastikan melalui tes DNA, akhirnya jenazah penusuk dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, Mulyadi, diserahkan ke pihak keluarga.

Pihak keluarga akan memakamkan jenazah Mulyadi di kampung halaman, Lasi, Agam, Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (7/7/2017).

Demikian disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto, dalam keterangan tertulis.

Baca: Penikam Dua Anggota Brimob Punya KTP Ganda, di Agam Namanya Junaidi, di Cikarang Bernama Mulyadi

Rikwanto menjelaskan, pelaksanaan penyerahan jenazah Mulyadi ke pihak keluarga telah dilaksanakan di RS Kramat Jati pada Jumat kemarin. Jenazah diterima oleh kakak kandung Mulyadi, Nismawati dan pamannya, Ais.

"Selanjutnya jenazah dibawa ke bandara untuk diterbangkan ke Padang dan akan dimakamkan di Lasi, Bukittinggi, Sumatera Barat," jelas Rikwanto.

Mulyadi (28) tewas ditembak petugas karena tetap melawan usai menusuk dua anggota Brimob menggunakan sangkur, di Masjid Falatehan, seberang Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/6/2017) malam.

Baca: Setiap Bertemu Kakak dan Temannya, Mulyadi Selalu Bilang ISIS dan Khilafah Baik

Kedua korban, AKP Dede Suhatmi dan Briptu M Syaiful Bakhtiar, mengalami luka dalam pada bagian pipi akibat sabetan dan tusukan sangkur dari Mulyadi.

Penyerangan itu terjadi setelah Mulyadi dengan beberapa polisi dan warga, melaksanakan Salat Isya berjemaah di masjid tersebut.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan KTP milik Mulyadi dengan data alamat tempat tinggal di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebab, ia tinggal di rumah kontrakan bersama kakak iparnya dan berprofesi sebagai penjual kosmetik di sebuah pusat perbelanjaan di Cikarang.

Baca: Pamit Mudik kepada Kakak Ipar, Mulyadi Malah Tikam Dua Anggota Brimob

Hasil penelusuran polisi, Mulyadi bukan bagian kelompok teroris di Indonesia. Dalam aksinya dia bertindak seorang diri alias lone wolf.

Diduga Mulyadi melakukan penyerangan kepada polisi karena terinspirasi setelah melihat sejumlah konten radikal kelompok ISIS di media sosial. (*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved