Sambil Menangis, Ratu Atut Mohon Maaf Atas Kekhilafannya

Ratu Atut mengaku kesalahan dia sebagai pejabat negara yang berujung korupsi bukanlah rancangan dia.

Sambil Menangis, Ratu Atut Mohon Maaf Atas Kekhilafannya
Warta Kota/henry lopulalan
Ratu Atut Chosiyah 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Terdakwa bekas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menangis di persidangan.

Ratu Atut mengaku bersalah dan khilaf melakukan korupsi sebagai pejabat negara.

Ratu Atut memohon keadilan dari majelis hakim dalam memberikan vonis.

"Saya ingin menambahkan bahwa saya mohon dengan sangat keputusan saya yang dianggap melakukan kesalahan. Saya mohon diputus seadilnya. Saya masih punya tanggung jawab pada putri saya, keluarga saya. Saya mohon maaf atas kekhilafan saya sebagai pejabat negara," kata Ratu Atut di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Ratu Atut mengaku kesalahan dia sebagai pejabat negara yang berujung korupsi bukanlah rancangan dia.

Ratu Atut sendiri tidak memiliki nota pembelaan pribadi. Semua pembelaan berasal dari penasihat hukumnya.

Dia memohon agar majelis hakim mempertimbangkan pembelaan tersebut.

Baca: Eggi Sudjana: Kalau Rizieq Shihab Dijemput Paksa, Maka akan Terjadi Hal yang Tidak Diinginkan

"Kesalahan bukan yang saya rancang, semua yang disampaikan termasuk istigasah, sudah disampaikan dalam sidang oleh para saksi, semoga jadi pertimbangan Yang Mulia. Sekali lagi saya mohon seadilnya bagi diri saya. Sekarang saya sedang menjalani hukuman selama tujuh tahun," tuturnya.

Ratu Atut dituntut pidana penjara delapan tahun dan denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan.

Baca: Mohon Jangan Ditiru! Kelakuan Buruk Turis Indonesia di Candi Borobudur

Halaman
12
Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved