Polemik Pembatasan Pelatih ke SEA Games 2017, Ini Kata Erick Thohir

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir angkat bicara soal ramainya kebijakan pembatasan jumlah pelatih yang terbang ke SEA Games 2017.

Polemik Pembatasan Pelatih ke SEA Games 2017, Ini Kata Erick Thohir
duniasoccer.com
Erick Thohir meminta timnya untuk menjaga performa di laga berikutnya. (Getty Images) 

Laporan Wartawan wartakotalive.com Banu Adikara

WARTA KOTA, SENAYAN - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir angkat bicara soal ramainya kebijakan pembatasan jumlah pelatih yang terbang ke SEA Games 2017 nanti.

Kebijakan tersebut ke luar lantaran dana sebesar Rp 30,5 miliar yang sudah disahkan tidak cukup untuk memberangkatkan total 755 kontingen Indonesia, yang terdiri dari 534 atlet, 166 ofisial, dan 55 headquarter.

Alhasil, para cabang olahraga yang terkena pembatasan pelatih pun bereaksi dan melakukan protes keras.

Menurut Erick, pihaknya hingga kini masih mencari solusi bersama Kemenpora dan Satlak Prima, karena faktor ketersediaan dana keberangkatan kontingen sebetulnya bukan job desk KOI.

"Tugas KOI sudah jelas, yakni memberangkatkan atlet dan ofisial ke SEA Games 2017, serta memfasilitasi semuanya. Namun, segala hal yang berkaitan dengan kesediaan dana dan juga atlet, kami sangat tergantung dari Kemenpora dan juga Satlak Prima, " kata Erick dalam rilisnya, Jumat (7/7).

KOI sendiri awalnya sudah mengajukan dana sebesar Rp 43 miliar untuk memberangkatkan para kontingen, namun pada akhirnya, Kemenpora hanya menggelontorkan dana yang ada sekarang.

Karenanya, solusi sementara yang bisa ditempuh adalah para atlet dan pelatih yang berada di luar list tersebut berangkat dengan dana sendiri.

Erick menuturkan, KOI juga tidak mempermasalahkan jika ada maupun pelatih di luar list kontingen yang ingin berangkat dengan dana sendiri.

Sejauh ini, kata Erick, sudah ada 86 orang  yang terdiri dari atlet dan ofisial yang berangkat atas biaya pengurusnya sendiri.

Namun, kembali lagi, Erick menegaskan bahwa mereka yang berangkat dengan dana sendiri harus benar-benar potensial untuk menghasilkan medali.

"Di SEA Games 2015 Singapura lalu, tim nasional basket putri berangkat dengan dana sendiri, dan mereka bisa memberikan medali perak untuk Indonesia. Pola pemberangkatan atlet dan pelatih dengan dana sendiri sebetulnya sudah lama dilakukan pemerintah Malaysia yang hanya memberikan target medali kepada setiap cabang olahraga, " ujar Erick. (kar) 

Penulis: z--
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved