Breaking News:

Polisi Diteror

Setiap Bertemu Kakak dan Temannya, Mulyadi Selalu Bilang ISIS dan Khilafah Baik

Mulyadi (28), penikam dua anggota Brimob di Masjid Falatehan seberang Mabes Polri, diduga simpatisan kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
istimewa
Pelaku yang menikam dua anggota Brimob usai melaksanakan Salat Isya di Masjid Falatehan, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2017) malam. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Mulyadi (28), penikam dua anggota Brimob di Masjid Falatehan seberang Mabes Polri, diduga simpatisan kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Mulyadi kerap menceritakan kepada keluarga dan temannya, bahwa ISIS dan ideologi khilafah yang diajarkannya adalah baik.

"Diketahui bahwa Mulyadi ini selalu asyik dengan handphone-nya. Setiap ketemu dengan temannya dan kakaknya, dia selalu mengatakan bahwa ISIS itu baik, khilafah itu baik. Dia terus menyampaikan itu," ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Baca: Pamit Mudik kepada Kakak Ipar, Mulyadi Malah Tikam Dua Anggota Brimob

Menurut Setyo, dari pemeriksaan keluarga dan temannya, diduga Mulyadi telah terkontaminasi ajaran radikal lewat konten-konten yang tersebar di media sosial dan grup messenger.

Diberitakan sebelumnya, dua anggota Brimob mendapat serangan sabetan dan tusukan pisau sangkur dari Mulyadi, seusai Salat Isya berjemaah di Masjid Falatehan, Jalan Palatehan 10, Kebayoran Baru, Jaksel, seberang Mabes Polri, Jumat (30/6/2017) malam.

Kedua korban adalah AKP Dede suhatmi (Men 1 Gegana) dan Briptu M Syaiful Bakhtiar (Men 3 Pelopor). Keduanya mengalami luka dalam pada bagian pipi, akibat sabetan dan tusukan dari Mulyadi.

Baca: Penikam Dua Anggota Brimob Punya KTP Ganda, di Agam Namanya Junaidi, di Cikarang Bernama Mulyadi

Polisi telah memeriksa empat orang terkait kasus ini. Mereka adalah kakak kandung, kakak ipar, dan dua temannya.

"Beberapa hari sebelum kejadian, kakaknya tahu bahwa dia membeli sangkur di Bekasi. Tapi, kakaknya tidak tahu itu digunakan untuk apa. Dia pamit mau pulang kampung. Tapi, dia menemui temannya di Jakarta. Ternyata, dia melakukan penikaman anggota di masjid," papar Setyo. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved